PDIP dan PSI DKI Adu Mulut Bahas Anggaran, Wartawan Diusir Keluar

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana rapat Badan Anggaran DPRD DKI saat membahas KUA PPAS APBD 2020 DKI, Senin 25 November 2019. Tempo/Taufiq Siddiq

    Suasana rapat Badan Anggaran DPRD DKI saat membahas KUA PPAS APBD 2020 DKI, Senin 25 November 2019. Tempo/Taufiq Siddiq

    TEMPO.CO, Jakarta - Petugas Pamdal Komisi C DPRD meminta wartawan keluar dari ruangan saat anggota Fraksi PDIP Cinta Mega dan anggota PSI DKI Anthony Winza adu mulut pada Kamis malam.

    "Bang media ya, keluar dulu bang," ujar petugas Pamdal di gedung DPRD DKI, Kamis malam 5 Desember 2019.

    Petugas tersebut meminta pengertian media agar bersedia keluar ruang rapat Komisi C. "Tolong bang saya hanya menjalankan tugas," katanya.

    Pengusiran tersebut tidak lama berselang setelah Anthony masuk ke ruangan sekretariat dewan usai ribut dengan anggota PDIP Cinta Mega.

    Akibat cekcok tersebut, rapat komisi membahas RAPBD DKI itu diskors hingga Jumat pagi.

    Adu mulut itu berawal dari permintaan Mega agar Anthony tidak menyebarkan pembahasan rapat komisi ke media. Hal tersebut langsung ditanggapi oleh Anthony. "Ini tuduhan apa lagi," ujar Anthony.

    Anthony dan Cinta kemudian saling adu mulut bahkan saling tunjuk-menunjuk. Anggota dewan lainnya kemudian mencoba menenangkan ke dua anggota tersebut.

    Ketua komisi C Habib Muhamad bin Salim Alatas kemudian menskors sidang. Dia meminta Anthony masuk ke dalam ruangan dewan. "Anthony, saya pimpinan rapat, masuk ke dalam dulu," ujarnya.

    Sekitar tiga puluh menit kemudian anggota komisi C keluar dari ruang rapat, termasuk Anthony dan Cinta. Namun keduanya langsung menuju ruangan fraksi PSI DKI dan PDIP tanpa mau memberikan keterangan.

    TAUFIQ SIDDIQ


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dijen Imigrasi Ronny Sompie Dicopot Terkait Harun Masiku

    Pencopotan Ronny Sompie dinilai sebagai cuci tangan Yasonna Laoly, yang ikut bertanggung jawab atas kesimpangsiuran informasi kasus Harun.