Penyangga Jembatan Rawabuntu Retak, Warga Minta Segera Diperbaiki

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi pembangunan jembatan. dok.TEMPO

    Ilustrasi pembangunan jembatan. dok.TEMPO

    TEMPO.CO, Tangerang Selatan -Empat titik penyangga sisi jembatan Rawabuntu, Tangerang Selatan mengalami retak- retak.

    Empat titik penopang jembatan tersebut menyangga jembatan yang melintasi atas rel kereta dan berdekatan dengan stasiun Rawabuntu.

    "Kalau naik atau turun tangga mau ke stasiun Rawabuntu pasti kelihatan retak- retaknya," kata Deni, 33 tahun, salah seorang warga yang hendak naik kereta di Stasiun Rawabuntu, Jumat 6 September 2019.

    Menurut Deni, jika retakan tidak segera diperbaiki maka akan membahayakan orang- orang yang melintas dibawahnya, apalagi jembatan Rawabuntu sering dilintasi truk besar.

    "Ya yang berwenang menangani jembatan ini harus segera memperbaikinya, misalkan kalau pecahan semen atau retakan jatuh lalu ada orang yang melintas apa enggak bahaya tuh," ujarnya.

    Rustian (40) salah seorang warga lainnya yang hendak menaiki kereta mengatakan bahwa retakan sangat membahayakan bagi pengguna jalan.

    "Saya tahunya retakannya disamping tangga dari stasiun menuju ke halte yang di atas, halte yang dari parung arah ke BSD, ya semoga cepat diperbaiki aja," ujarnya.

    Pantauan Tempo di empat sisi penyangga jembatan Rawabuntu, memang terdapat retakan yang menganga dengan lebar retakan yang bervariasi sekitar 20-25 sentimeter.

    Wakil Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie mengatakan bahwa jembatan tersebut milik nasional, pihakmya juga sudah mengumpulkan foto dan data untuk dikirimkan ke Kementrian PU Pusat.

    "Itu jembatan nasional, saya sudah minta dinas PU untuk kumpulkan data dan foto, kemudian dilaporkan ke PU pusat," tuturnya dalam pesan WhatsApp.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sebab dan Pencegahan Kasus Antraks Merebak Kembali di Gunungkidul

    Kasus antraks kembali terjadi di Kabupaten Gunungkidul, DI Yogyakarta. Mengapa antraks kembali menjangkiti sapi ternak di dataran tinggi tersebut?