Cekcok Saat Rapat, Begini Penjelasan Anggota Fraksi PSI dan PDIP

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anggota komisi C dari Fraksi PSI DKI Anthony Winza saat ditemui di DPRD DKI, Jumat 6 Desember 2019. Tempo/ Taufiq Siddi

    Anggota komisi C dari Fraksi PSI DKI Anthony Winza saat ditemui di DPRD DKI, Jumat 6 Desember 2019. Tempo/ Taufiq Siddi

    TEMPO.CO, Jakarta - Anggota Komisi C Fraksi PSI Anthony Winza membantah tudingan telah menyebarkan rilis terkait pembelian satu unit komputer dan perangkat oleh Badan Pajak dan Retribusi Daerah DKI seharga Rp 128 miliar ke media. Tudingan tersebut berlanjut keributan antara Anthony dengan anggota Fraksi PDIP Cinta Mega.

    "Saya dituding menyebarkan rilis ke media, ditanya kenapa enggak kompak padahal pernyataan saya itu di dalam rapat itu benar-benar di rapat dan saya enggak pernah share ke media," ujar Anthony di DPRD DKI, Jumat, 6 Desember 2019.

    Anthony mengaku tidak terima dengan tuduhan tersebut hingga terjadi keributan dengan Cinta Mega. Menurut dia, jika informasi tersebar hingga ke media juga tidak masalah lantaran keterangan tersebut terbuka.

    Secara tepisah, Cinta Mega mengakui sempat ribut dengan Anthony. Menurut politikus PDIP tersebut, dia hanya mengingatkan Anthony untuk tidak menyebarkan rilis ke media.

    Anggota Komisi C dari Fraksi PDIP Cinta Mega saat ditemui di DPRD DKI, Jumat 6 Desember 2019. Tempo/ Taufiq Siddiq

    "Saya hanya mengingatkan apa yang telah kami sepakati di komisi bahwa pembahasan rapat yang belum final tidak boleh disebar ke media," ujar Cinta di DPRD DKI, Jumat, 6 Desember 2019.

    Namun, kata Cinta, hal tersebut merupakan yang wajar dalam dinamika. "Dinamika jiwa muda partai baru terjadi insiden," ujarnya.

    Keributan antara anggota Fraksi PDIP dan PSI itu terjadi pada Kamis malam saat rapat anggaran Komisi C. Cinta saat itu meminta kepada Anthony untuk tak menyebarkan pembahasan rapat ke media. Anthony langsung menanggapi hal tersebut. "Tuduhan apa lagi ini," kata dia. Mereka berdua kemudian saling membantah dengan nada tinggi. Anggota Komisi C kemudian menenangkan. Keributan itu berujung dengan rapat komisi yang diskor.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.