Pria Tewas di Underpass Senen, Begini Dugaan Polisi

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi tewas atau jenazah atau jasad. shutterstock.com

    Ilustrasi tewas atau jenazah atau jasad. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - AJ, 31 tahun yang ditemukan warga tewas tergeletak di underpass Senen arah Cempaka Putih, Jakarta Pusat diduga melakukan aksi bunuh diri. Kesimpulan itu didapatkan polisi setelah melakukan pemeriksaan dua orang saksi di lapangan.

    "Begitu saksi melihat ada orang jatuh, dia dilihat ke atas (underpass) ternyata enggak ada orang. Jadi korban bukan dicelakakan atau didorong oleh orang lain," ujar Kepala Kepolisian Sektor Metro Senen Komisaris Ewo kepada Tempo, Jumat, 6 Desember 2019.

    Kesimpulan bunuh diri itu dikuatkan dari keterangan kakak kandung dan sepupu korban. Menurut Ewo, keluarga menyatakan bahwa korban mengalami gangguan mental atau depresi sejak 2016. Korban sempat dirawat di Ruang Sakit Jiwa.

    "Seharusnya tiap bulan kontrol. Tapi beberapa bulan ini tidak dan tidak mengonsumsi obat penenang. Sehingga ya kesimpulannya kemungkinan bunuh diri," kata Ewo.

    Menurut Ewo, korban datang ke underpass tersebut dengan berjalan kaki. Korban kemudian diperkirakan lompat dari ketinggian 7 meter.

    Sesosok mayat pria sebelumnya ditemukan di jalan underpass Senen arah Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Jumat pagi ini, 6 Desember 2019. 

    Saat ditemukan warga, mayat pria itu mengalami luka di bagian kepala yang diperkirakan karena membentur aspal. Menurut Ewo, keluarga korban sudah menerima kematian tersebut.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Mereka Boleh Tetap Bekerja Saat DKI Jakarta Berstatus PSBB

    PSBB di Jakarta dilaksanakan selama empatbelas hari dan dapat diperpanjang. Meski demikian, ada juga beberapa bidang yang mendapat pengecualian.