Kronologi Ojol Bongkar Beton Pembatas di U-Turn Jalan Satrio

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Belokan atau U-Turn Jalan Prof. DR. Satrio, Kuningan, Jakarta Selatan yang tak lagi ditutupi beton, Jumat, 6 Desember 2019. TEMPO/Lani Diana

    Belokan atau U-Turn Jalan Prof. DR. Satrio, Kuningan, Jakarta Selatan yang tak lagi ditutupi beton, Jumat, 6 Desember 2019. TEMPO/Lani Diana

    TEMPO.CO, Jakarta - Pembatas jalan beton alias movable concrete barrier (MCB) di putaran U-Turn Jalan Prof. DR. Satrio, Kuningan, Jakarta Selatan kini dapat dilalui kendaraan. Dari pantauan Tempo, kendaraan roda empat dan dua lalu lalang melewati U-Turn Jalan Satrio yang persis berada di kolong tol yang mengarah ke Jalan K.H. Mas Mansyur.

    Posisi tiga beton abu-abu bergeser sehingga membuka jalan tersebut. Sementara satu beton terlihat setengah bergeser yang menambah jalan dibuka. Mobil yang melintas tampak perlahan untuk berbelok penuh.

    Seorang saksi melihat ketika beberapa pengemudi ojek online berupaya menggeser beton pada Kamis sore, 5 Desember kemarin. Dia menduga beton yang kini terbuka akibat dari ulah pengemudi ojol tersebut.

    Menurut dia, U-Turn ditutup dengan beton sejak kemarin. "Mulai ditutupnya kemarin. Pas sorenya padat kali ya jadi nekat ojol," kata pria yang tak mau disebutkan namanya ini.

    Dia memaparkan, biasanya motor menerobos jalan lewat ujung pembatas beton yang dekat dengan pagar hijau. Sebab, di pinggiran itu ada ruang yang muat untuk dilewati motor. Akan tetapi, kemarin sore pengemudi ojol tiba-tiba membuka beberapa beton.

    Jalan U-Turn Jalan Satrio pun terbuka. Motor hingga mobil dari arah Jalan Satrio menuju Jalan Jenderal Sudirman berbondong-bondong belok. Kejadian ini direkam oleh seorang warganet lalu diunggah akun @jktinfo kemarin. "Kalau kemarin saya lihat cuma bisa masuk motor doang. Jadi dibuka sedikit buat motor masuk," ujar saksi itu. Dia melanjutkan, pengendara seharusnya mengikuti aturan lalu lintas yang berlaku.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sebab dan Pencegahan Kasus Antraks Merebak Kembali di Gunungkidul

    Kasus antraks kembali terjadi di Kabupaten Gunungkidul, DI Yogyakarta. Mengapa antraks kembali menjangkiti sapi ternak di dataran tinggi tersebut?