MRT Jakarta Luncurkan Kartu Multi Trip, Ini Kelebihannya

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Moda Raya Terpadu Jakarta meluncurkan Kartu Jelajah Berganda (Multi Trip) di Terowongan Kendal, Dukuh Atas, Jakarta Pusat, 6 Desember 2019. Tempo/Imam Hamdi

    Moda Raya Terpadu Jakarta meluncurkan Kartu Jelajah Berganda (Multi Trip) di Terowongan Kendal, Dukuh Atas, Jakarta Pusat, 6 Desember 2019. Tempo/Imam Hamdi

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Mass Rapid Transit Jakarta resmi meluncurkan kartu jelajah berganda atau kartu multi trip (KMT) di Terowongan Kendal, Jakarta Pusat, Jumat, 6 Desember 2019. Pada tahap awal, MRT Jakarta meluncurkan 300 ribu keping KMT.

    "Kelebihan kartu ini hanya membutuhkan waktu 0,3 detik untuk tapping di pintu masuk," kata Direktur Utama PT MRT Jakarta William Sabandar usai meluncurkan KMT MRT. "Kartu lain membutuhkan waktu 1-2 detik. KMT kami lebih cepat."

    Saat ini, kata William, kartu ini hanya bisa digunakan di stasiun MRT. Ke depannya, kartu ini bakal diintegrasikan dengan transportasi lain yang masuk dalam program Jak Lingko.

    Kartu perjalanan berganda ini telah diuji coba penggunaannya sejak 25 November lalu. Dalam satu menit, 60 orang bisa masuk ke dalam gate atau pintu masuk stasiun menggunakan KMT ini.

    Kartu ini dijual di setiap stasiun MRT Jakarta. Satu keping kartu ini dijual Rp 50 ribu dengan saldo Rp 25 ribu. "Saldo minimum KMT ini Rp 3 ribu," ucapnya. "Ke depan kami juga akan kerja sama dengan retail yang ada (di stasiun) supaya kartu ini bisa digunakan."


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.