Lewat Petisi, William PSI Didukung Terus Buka Anggaran Janggal

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Massa Aliansi Masyarakat Untuk Transparansi mengenakan topeng berwajahkah William Aditya Sarana saat melakukan aksi #savewilliam #saveapbdjakarta, Transparansi Adalah Hak Warga Negara di depan Gedung DPRD DKI Jakarta, Rabu 4 Desember 2019. Politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI), William Aditya Sarana mendadak jadi sorotan saat ia membongkar keanehan APBD DKI Jakarta pada akhir Oktober lalu. TEMPO/Subekti.

    Massa Aliansi Masyarakat Untuk Transparansi mengenakan topeng berwajahkah William Aditya Sarana saat melakukan aksi #savewilliam #saveapbdjakarta, Transparansi Adalah Hak Warga Negara di depan Gedung DPRD DKI Jakarta, Rabu 4 Desember 2019. Politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI), William Aditya Sarana mendadak jadi sorotan saat ia membongkar keanehan APBD DKI Jakarta pada akhir Oktober lalu. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Petisi dukungan warganet untuk anggota DPRD DKI dari Fraksi PSI William Aditya Sarana agar terus membuka anggaran janggal APBD DKI, terus mengalir. Dukungan untuk William PSI tersebut disampaikan melalui laman change.org berjudul 'Dukung William Aditya Sarana tetap menjadi anggota DPRD DKI dan PSI #KAWALUANGRAKYAT'.

    Petisi yang dibuat warganet bernama Dwi Tanto itu telah ditandatangani 14.059 orang hingga pukul 18.30, Jumat, 6 Desember 2019. "Dukung William Aditya Sarana Agar tetap menjadi Anggota DPRD DKI dan PSI Mengawal Uang Rakyat," tulis Dwi dalam keterangan petisinya. Petisi tersebut telah dibuat sejak satu bulan lalu dan menargetkan 15 ribu dukungan warganet.

    Petisi tersebut juga mendapat banyak komentar dari warganet. Salah satunya pemilik akun bernama Martin Hardiono. Martin mengatakan William sudah menjalankan tugasnya sebagai legislator dalam mengawasi perencanaan anggaran APBD DKI 2020 itu.

    "Anggota DPRD itu seharusnya bertugas untuk bersama dan mengawasi pengambilan keputusan dan pelaksanaan pembangunan agar maksud pembangunan untuk mencapai kesejahteraan tercapai," tulis Martin. "Aneh kalau peran ini digugat. Apa yang dilakukan William sudah sesuai dengan perannya."

    Warganet lainnya, Ana Hayati, mendukung agar legislator lainnya mendukung pembukaan anggaran janggal APBD DKI. "Saya mendukung anggota DPRD daerah yang berani membuka adanya kejanggalan anggaran APBD DKI ke hadapan publik, karena itulah sejatinya tugas dewan menyelamatkan uang rakyat," ujarnya.

    Badan Kehormatan DPRD DKI merekomendasikan sanksi ringan teguran lisan kepada William. Legislator termuda Kebon Sirih itu dinyatakan bersalah karena mengunggah anggaran janggal pembelian lem aibon Rp 82 juta ke media sosial.

    William PSI dianggap bersalah lantaran mengunggah anggaran yang bukan menjadi kewenangan di Komisinya. Selain itu, William dianggap melanggar etika karena tidak menggunakan haknya sebagai legislator untuk membahas temuannya di dalam forum rapat bersama anggota DPRD.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.