Longsor, 4 Jadwal Perjalanan Kereta Sukabumi - Bogor Dibatalkan

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah personel yang dikerahkan PT KAI Daops I Jakarta tengah memperbaiki jalur perlintasan KA Pangrango Sukabumi-Bogor di Kampung Cicewol, Desa Mekarsari, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat yang tergerus longsor. Foto/Dok/Humas Daop I Jakarta

    Sejumlah personel yang dikerahkan PT KAI Daops I Jakarta tengah memperbaiki jalur perlintasan KA Pangrango Sukabumi-Bogor di Kampung Cicewol, Desa Mekarsari, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat yang tergerus longsor. Foto/Dok/Humas Daop I Jakarta

    TEMPO.CO, Jakarta -Bencana tanah longsor yang menggerus tanah jalur rel Kereta Api atau KA di Kampung Cicewol, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, yang terjadi pada Sabtu, 7 Desember 2019, menyebabkan empat jadwal perjalanan KA Pangrango dari Sukabumi - Bogor dibatalkan.

    "Adapun jadwal perjalanan yang dibatalkan akibat longsor di Desa Mekarsari, Kecamatan Cicurug, yang berada di pertengahan antara Stasiun Cicurug dan Parungkuda yakni perjalanan KA dari Sukabumi - Bogor pukul 05.15 WIB, Bogor - Sukabumi pukul 07.50 WIB, Sukabumi - Bogor pukul 10.25 WIB, dan Bogor - Sukabumi pukul 13.10 WIB," kata Kepala Stasiun Sukabumi Heru Salam kepada wartawan di Sukabumi, Jawa Barat, Sabtu.

    Informasi yang dihimpun, longsor tersebut terjadi pada Jumat malam, 6 Desember 2019, yang menyebabkan rel kereta api menggantung.  Sebelum terjadi longsor, turun hujan deras sepanjang hari yang diduga menyebabkan tanah penyangga rel tersebut menjadi labil dan akhirnya longsor.

    Hingga saat ini PT KAI Daerah Operasional atau Daop 1 terus berupaya memperbaiki jalur rel kereta api yang tergerus longsor itu. Namun belum diketahui kapan KA Pangrango bisa kembali beroperasi dan dipastikan pada Sabtu ini seluruh perjalan baik dari Sukabumi-Bogor maupun sebaliknya dibatalkan.

    PT KAI pun meminta maaf kepada seluruh calon penumpang atas gangguan pelayanan tersebut. KAI mengharapkan perbaikan bisa segera tuntas sehingga pelayanan transportasi massal dan bebas macet ini kembali beroperasi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.