Natal dan Tahun Baru: Vila, Hotel di Puncak Nyaris Habis Dipesan

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Villa mewah di kawasan Tugu Utara, Puncak, Bogor, Jawa Barat. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

    Villa mewah di kawasan Tugu Utara, Puncak, Bogor, Jawa Barat. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

    TEMPO.CO, Bogor -Liburan Natal dan Tahun Baru tinggal menghitung hari, dan hampir seluruh vila dan hotel kawasan Puncak, Bogor, sudah dipesan sewa.

    Camat Cisarua, Bogor, Deni Humaidi menyebut menjelang libur Natal dan Tahun Baru, hotel dan vila sudah penuh diboking para wisatawan. 

    "Ya ini hal lumrah sebenarnya. Tapi turis yang tidak tahu mah pasti mencarinya pas deket Tahun Baru," ucap Deni saat meninjau lalu lintas kanalisasi sistem 2-1  di Cisarua, Bogor, Sabtu 7 Desember 2019.

    Deni mengatakan dari tahun ke tahun, biasanya wisatawan mulai mencari penginapan dari pertengahan November hingga puncaknya sepekan sebelum Tahun Baru.

    Namun jika mereka mencari penginapan hotel atau vila di Puncak mendekati akhir tahun, dia menyebut jangan harap bisa mendapatkan sesuai dengan keinginan-nya.

    "Ya, paling losmen atau kamar inap. Itu  pun jauh dan harganya naik 50 sampai 100 persen," Deni menjelaskan.

    Wakil Ketua II Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Bogor, Boboy Rusmanto, membenarkan saat ini banyak hotel dan vila di puncak sudah penuh diboking para turis.

    Namun Boboy menyebut itu terjadi di hotel-hotel berbintang dan vila mewah. Karena mereka menawarkan acara live dengan mendatangkan artis atau penyanyi ternama. "Tapi data pastinya belum ada. Nanti kami mendata itu lima hari menjelang Natal," kata Boboy.

    Boboy juga mengatakan kenaikan harga hotel atau vila dari hari biasa memang pasti terjadi, mengingat liburan panjang Natal dan Tahun Baru adalah setahun sekali.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dijen Imigrasi Ronny Sompie Dicopot Terkait Harun Masiku

    Pencopotan Ronny Sompie dinilai sebagai cuci tangan Yasonna Laoly, yang ikut bertanggung jawab atas kesimpangsiuran informasi kasus Harun.