Setiap Hari Menyeberang, Penjual Putu Tersambar Kereta di Buaran

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kereta Api tengah melintas di lintasan kereta Jatinegara - Cakung sepanjang 9,5 kilometer di Kawasan Klender, Jakarta, Rabu, 10 April 2019. Jalur kereta api dwi ganda atau Double-Double Track (DDT) segmen Jatinegara-Cakung akan mulai beroperasi pada Jumat 12 April 2019. TEMPO/Tony Hartawan

    Kereta Api tengah melintas di lintasan kereta Jatinegara - Cakung sepanjang 9,5 kilometer di Kawasan Klender, Jakarta, Rabu, 10 April 2019. Jalur kereta api dwi ganda atau Double-Double Track (DDT) segmen Jatinegara-Cakung akan mulai beroperasi pada Jumat 12 April 2019. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Seorang pedagang kue putu, Rosida (69), tewas tersambar Kereta Api Walahar Ekspres tujuan Jakarta-Purwakarta. Peristiwa ini terjadi di sisi rel Stasiun Buaran, Jakarta Timur, Minggu sore 8 Desember 2019.

    "Pecahan kaca dari pikulannya mental sampai masuk ke dalam musala," kata warga setempat Toto (31), Minggu malam.
     
    Rosida tersambar kereta saat melintas di sisi rel itu sekitar pukul 15.00 WIB. Saat yang sama Toto dan sejumlah warga lainnya melaksanakan salat Ashar di musala di Buaran 1 RT 04/RW 08, Jatinegara, Cakung itu.
     
    Para jemaah salat Ashar itu tiba-tiba mendengar suara cukup keras dari perlintasan kereta jalur ganda. "Suaranya cukup keras, 'beledak'. Pokoknya kita baru saja selesai Shalat Ashar," katanya.

    Saat dicek ke lokasi kejadian yang berjarak 50 meter dari musala, saksi mendapati korban sudah tidak bernyawa di sisi rel. "Tukang putu ini memang biasa 'nyebrang' jalur kereta kalau mau keliling kampung," katanya.
     
    Ketua RW 08 Kelurahan Jatinegara, Abdul Hakim mengatakan, Rosida adalah warganya yang tinggal di RT 03. Dia mengamini kebiasaan Rosida menyeberang rel. 
     
    Abdul menambahkan, warga telah meminta PT KAI untuk mendirikan pagar di sekitar Stasiun Buaran demi keselamatan warga. "Dulu udah disampaikan tapi alasan nggak ada dana dan nyampein ke pusat. Dua kali nggak ketemu kepala stasiun," katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.