Dinas Kesehatan DKI Usulkan Rehab 19 Puskesmas di 2020, Nilainya?

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gedung Puskesmas Kelurahan Kamal Muara, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara, Sabtu 24 Agustus 2019. Puskesmas Kamal Muara mendapat sorotan setelah terjadi pemberian obat kedaluwarsa oleh bidan kepada pasien ibu hamil. TEMPO/MUH HALWI

    Gedung Puskesmas Kelurahan Kamal Muara, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara, Sabtu 24 Agustus 2019. Puskesmas Kamal Muara mendapat sorotan setelah terjadi pemberian obat kedaluwarsa oleh bidan kepada pasien ibu hamil. TEMPO/MUH HALWI

    TEMPO.CO, Jakarta -Dinas Kesehatan DKI Jakarta menganggarkan Rp 151, 4 miliar dalam Rancangan APBD 2020 untuk merehab total 19 unit Puskemas pada tahun depan.

    "Anggaran untuk rehab keseluruhan Rp 151,4 miliar," ujar Kepala Bidang Perencanaan dan Pembiayaan Dinas Kesehatan DKI Dewi Satiasari di DPRD DKI, Minggu 8 Desember 2019.

    19 Puskemas tersebut yaitu satu Puskemas Kecamatan Gambir dan 18 Puskemas kelurahan terdiri Kelurahan Serdang, Kebun Kosong, Karet Tengsin. Di Jakarta Selatan di Kelurahan Gandaria Utara I, Gandaria Utara II, Duren Tiga, Pasar Manggis di Jakarta Pusat.

    Lalu di Jakarta Timur, Kelurahan Malaka Sari, Pulo Gebang, Bali Mester, Ciracas, Kebon Pala, Klender II, Pondok Bambu II. Di Jakarta Barat Duri Utara, Grogol II, Kapuk I dan di Jakarta Utara Kelurahan Kapuk Mutiara

    Namun hingga saat ini Kepala Dinas Kesehatan Widyastuti menyatakan bahwa ada 16 kelurahan di Jakarta yang belum memiliki Puskemas. "Kelurahan yang belum memiliki Puskesmas ada 16," ujarnya.

    16 kelurahan tersebut adalah Kelurahan Cikini, Gondangdia, Kebon Kacang, Senen, Gunung Sahari Selatan, Kemayoran, Karang Anyar, Jembatan Lima Tanah Sereal, Glodok, Gambir, Tangki, Karet Semanggi, Kebayoran Lama Selayan dan Cimpedak.

    Widyastuti menyebutkan salah satu kendala belum adanya puskemas di 16 kelurahan karena kesulitan lahan. Dia memisalkan di Cempedak ada lahan namun tidak cukup untuk membangun Puskemas sehingga, dinas hanya bisa membangun pos kesehatan.

    "Tanahnya susah, misalkan ada tapi lahannya tidak bisa untuk dibangun puskesemas tidak ada parkir dan sebagainya," ujarnya.

    Widyastuti mengatakan untuk kelurahan yang belum ada Puskemas, Dinas Kesehatan DKI telah menyediakan pos kesehatan keliling yang dilengkapi dengan tim medis.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sebab dan Pencegahan Kasus Antraks Merebak Kembali di Gunungkidul

    Kasus antraks kembali terjadi di Kabupaten Gunungkidul, DI Yogyakarta. Mengapa antraks kembali menjangkiti sapi ternak di dataran tinggi tersebut?