PAL Jaya Bangun IPAL Teknologi Terbaru, Begini Keunggulannya

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat melakukan pemeriksaam Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di gedung Sari Pan Pacific, Thamrin,Jakarta,12 Maret 2018. TEMPO/Kartika Anggraeni.

    Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat melakukan pemeriksaam Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di gedung Sari Pan Pacific, Thamrin,Jakarta,12 Maret 2018. TEMPO/Kartika Anggraeni.

    TEMPO.CO, Jakarta - PD PAL Jaya akan membangun Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL) dengan teknologi terbaru bernama Moving Bed Biofilm Reactor (MBBR) di Krukut, Karet Setiabudi, Jakarta Selatan. Teknologi ini diklaim dapat mengolah air limbah secara seratus persen menjadi air yang dapat kembali digunakan untuk kegiatan masyarakat.

    "Dengan teknologi MBBR ini pengolahan (air limbah) hasilnya itu sudah menjadi air bersih, dan rencana recycle 100 persen nanti akan kita recycle," kata Direktur Utama PD PAL Jaya Subekti saat ditemui usai peletakan baru pertama MBBR Krukut, Ahad, 8 Desember 2019.

    Peletakan batu pertama dilakukan secara resmi oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

    MBBR Krukut akan didirikan secara vertikal karena kurangnya lahan. Bangunannya akan setinggi 20 meter ke atas dengan luas lahan 1.200 meter persegi.

    Meski lahan terbatas, kata Subekti, fasilitas pengolahan air ini didesain dengan konsep fasilitas edutaintment atau wahana pembelajaran bagi masyarakat umum. "Jadi nanti ada jalur-jalur dan tempat yang dibuka untuk umum. Sehingga mereka bisa menyaksikan proses dan urutannya bukan hanya proses di dalam instalasi, jadi dari rumah tangga insustri kembali ke alam dan ini adalah fasilitas yg disiapkan untuk mengolah itu," ujarnya.

    Subekti mengatakan IPAL MBBR Krukut yang akan dikelola PAL Jaya ini direncanakan rampung pada pertengahan 2021 itu akan mengolah air limbah yang mengalir dari kawasan Senayan, SCBD, Gatot Soebroto, hingga Bendungan Hilir (Benhil). Teknologi ini memiliki kapasitas sebesar 8.640 meter kubik, maka perharinya akan menghasilkan 100 liter per detik, yang dinilai sangat cukup untuk pengolahan limbah skala kota.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 283 Jenazah Dikuburkan dengan SOP Covid-19 di DKI Jakarta

    Anies Baswedan menyebut Dinas Kehutanan dan Pertamanan telah mengubur 283 jenazah dengan SOP Covid-19. Jumlah penguburan melonjak pada Maret 2020.