Cara Anies Buat Warga Jakarta Gemar Naik Transportasi Umum

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan membagikan peta transportasi Jakarta kepada warga di dalam sebuah bus di Bundaran HI, Jakarta Pusat, Kamis, 16 Agustus 2018. Tempo/Amston Probel

    Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan membagikan peta transportasi Jakarta kepada warga di dalam sebuah bus di Bundaran HI, Jakarta Pusat, Kamis, 16 Agustus 2018. Tempo/Amston Probel

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Anies Baswedan ingin membuat masyarakat Jakarta kecanduan dalam menggunakan transportasi umum.

    "Maka pengalaman menggunakan kendaraan umum akan mengalami efek tular yang luar biasa karena sudah nyaman adiktif ketagihan, karena selama perjalanan merasakan kenyamanan," kata Anies di Balai Kota DKI, Senin, 9 Desember 2019.

    Anies mengatakan salah satu upaya untuk menciptakan kencaduan tersebut dengan membuat seluruh moda transportasi terintegrasi 100 persen. Sehingga, kata dia, masyarakat semakin mudah berpindah antarmoda saat bermobilitas.

    Menurut Anies, pihaknya telah memasang target untuk menekan penggunaan kendaraan pribadi. Ia menyebut jumlah pengguna transprotasi publik harus separuh dari masyarakat DKI, seperti pada 1998.

    Saat ini, kata Anies, hanya seperempat masyarakat Jakarta yang menggunakan transportasi publik. Sementara pengguna transportasi darat di Jakarta mencapai 980 ribu orang.

    Anies menargetkan angka tersebut meningkat dengan integrasi antara PT MRT Jakarta dengan PT KAI. Hari ini, Anies menandatangani perjanjian kerja sama antara dua perusahaan tersebut.

    "Pengguna kereta api sekitar 1,2 juta, pengguna angkutan darat kita 980 ribu, kalau ini diintegrasikan sudah lebih dari 2 juta pengguna kendaraan umum," kata Anies.

    Anies mengatakan integrasi tersebut akan berbentuk perusahaan joint venture dengan kepemilikan 51 persen PT MRT dan 49 persen PT KAI. Aspek integrasi meliputi managemen stasiun hingga ticketing.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Komentar Yasonna Laoly Soal Harun Masiku: Swear to God, Itu Error

    Yasonna Laoly membantah disebut sengaja menginformasikan bahwa Harun berada di luar negeri saat Wahyu Setiawan ditangkap. Bagaimana kata pejabat lain?