Teror Ular Kobra di Royal Citayam, Warga Takut Beraktivitas

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas memasukkan ular kobra ke botol, Minggu 8 Desember 2019. Ular tersebut meneror warga di kompleks perumahaan Royal Citayam Residence, Bojong Gede. TEMPO/M.A MURTADHO

    Petugas memasukkan ular kobra ke botol, Minggu 8 Desember 2019. Ular tersebut meneror warga di kompleks perumahaan Royal Citayam Residence, Bojong Gede. TEMPO/M.A MURTADHO

    TEMPO.CO, Bogor - Warga di Perumahaan Royal Citayam Residence Kecamatan Bojong Gede Kabupaten Bogor masih merasa takut dengan teror ular kobra. Saking takutnya, kegiatan warga tidak normal seperti biasanya. Bahkan, anak-anak yang pergi sekolah diantar oleh orang tua masing-masing.

    "Di sini banyak anak-anak dan banyak yang nemuin ular itu ibu-ibu, mereka teriak dan histeris," kata Yudha, 38 tahun, salah seorang warga setempat, Senin, 9 Desember 2019.

    Menurut Yudha, aktivitas warga diselimuti rasa khawatir dengan keberadaan ular kobra. "Mau ngapain aja celingak celinguk, lihat kiri kanan takut adanya teror kobra susulan," kata dia.

    Apalagi, kata Yudha, teror ular kobra tersebut telah menyebar hampir ke seluruh warga komplek. "Sampai orang mau atau sedang duduk ngobrol pun masih celingak celinguk," ujarnya.

    Ketua RT setempat, Irwan Ramadhan mengatakan pengajian anak-anak yang semula akan kembali dibuka terpaksa diliburkan lagi. Ia menyebut alasannya karena banyak orang tua masih takut dan khawatir terhadap anaknya.

    "Ya di kita masih rame kobra, jadi masih libur," kata Irwan.

    Hingga saat ini, Irwan mengatakan masih menunggu arahan dari pemerintah setempat terkait teror ular kobra, baik RW atau desa untuk memberikan imbauan atau pemberitahuan kepada warga. "Bahkan hari ini di blok F4 di temukan kembali kobra, jadi semua ada 31 ekor," ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dijen Imigrasi Ronny Sompie Dicopot Terkait Harun Masiku

    Pencopotan Ronny Sompie dinilai sebagai cuci tangan Yasonna Laoly, yang ikut bertanggung jawab atas kesimpangsiuran informasi kasus Harun.