Tawuran di Bekasi, Pergelangan Tangan Seorang Pelajar Putus

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi tawuran pelajar. Dok. TEMPO/Dasril Roszandi;

    Ilustrasi tawuran pelajar. Dok. TEMPO/Dasril Roszandi;

    TEMPO.CO, Bekasi - Kepolisian Sektor Cibarusah Kabupaten Bekasi tengah menyelidiki kasus tawuran yang menyebabkan telapak tangan satu orang pelajar putus akibat sabetan celurit. Peristiwa ini terjadi pada Jumat, 6 Desember lalu di Kampung Cikoronjo RT 02 RW 04 Desa Sindangmulya sekitar pukul 13.00 WIB.

    "Pelaku masih diselidiki karena korban tidak mengenal," kata Kepala Polsek Cibarusah Ajun Komisaris Sukarman dikonfirmasi Tempo, Senin, 9 Desember 2019.

    Korban adalah Topik Hidayatullah, 19 tahun. Saat ini, ia masih menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Medirosa 2 Cibarusah akibat luka serius di tangannya tersebut. "Kondisinya sudah membaik, sudah bisa diajak komunikasi," kata Sukarman.

    Berdasarkan keterangan sejumlah saksi di lapangan, kata Sukarman, peristiwa bermula korban berada di gang jalan mengarah ke SMK Citra Mutiara, Serang Baru. Korban lalu melihat pelaku berboncengan menggunakan sepeda motor.

    Menurut Sukarman, korban lalu mengejar pengendara sepeda motor yang mengacungkan cerulit menuju ke Cibarusah. Sampai di lokasi, keduanya berhenti sama-sama mengeluarkan sebilah celurit. Perkelahian pun terjadi, kedua pemuda ini terlibat saling serang memakai senjata tajam.

    Akibatnya, telapak tangan korban putus ketika menangkis serangan pelaku yang mengarah ke leher. Pelaku terus berupaya menyerang. Namun korban segera ditolong oleh dua kawan korban sehingga pelaku meninggalkan lokasi sembari melempar celurit di lokasi.

    Polisi dari lokasi tawuran menyita dua buah senjata tajam berupa cerulit diduga milik pelaku dan korban, sebuah telepon genggam korban dan satu tas milik korban.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sebab dan Pencegahan Kasus Antraks Merebak Kembali di Gunungkidul

    Kasus antraks kembali terjadi di Kabupaten Gunungkidul, DI Yogyakarta. Mengapa antraks kembali menjangkiti sapi ternak di dataran tinggi tersebut?