RAPBD DKI, Anggaran Boarding School Rp 106 M Akhirnya Dikandaskan

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Massa Aliansi Masyarakat Untuk Transparansi saat melakukan aksi #savewilliam #saveapbdjakarta, Transparansi Adalah Hak Warga Negara di depan Gedung DPRD DKI Jakarta, Rabu 4 Desember 2019. TEMPO/Subekti.

    Massa Aliansi Masyarakat Untuk Transparansi saat melakukan aksi #savewilliam #saveapbdjakarta, Transparansi Adalah Hak Warga Negara di depan Gedung DPRD DKI Jakarta, Rabu 4 Desember 2019. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Badan Anggaran DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi mencoret usulan anggaran pembangunan sekolah berasrama (boarding school) SMK 74 sebesar Rp 106 miliar. Rencana anggaran itu dihapus dalam rapat membahas RAPBD DKI di Badan Anggaran, Senin 9 Desember 2018.

    "Oke saya putuskan untuk didrop ya," kata Edi setelah mendengar argumentasi anggota rapat itu terkait rencana pembangunan SMK tersebut.

    Edi yang juga Ketua DPRD DKI itu mencoret anggaran tersebut lantaran menilai Dinas Pendidikan belum menyiapkan kajiannya dengan baik. Anggota Dewan, kata dia, kaget atas usulan pembangunan sekolah itu yang datang secara tiba-tiba.

    "Saran saya setahun ini bapak (Dinas Pendidikan) menyiapkan konsep, mulai dari kurikulumnya," ucapnya. "Kalau sudah benar nanti 2021 mau dibikin satu, kami dorong."

    Politikus PDI Perjuangan itu pun menantang Pemerintah Provinsi DKI untuk meyakinkan anggota Dewan bahwa pembangunan sekolah itu memang dibutuhkan. Selain kepada kepala dinas, tantangan juga ditujukan kepada Sekretaris Daerah Syaifullah. 

    "Dari segi perencanaan dulu, mana konsepnya," ujarnya. "Kasih ke Komisi E semua, saya minta tolong itu dikaji dulu."


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 283 Jenazah Dikuburkan dengan SOP Covid-19 di DKI Jakarta

    Anies Baswedan menyebut Dinas Kehutanan dan Pertamanan telah mengubur 283 jenazah dengan SOP Covid-19. Jumlah penguburan melonjak pada Maret 2020.