Giliran Ular Sanca Makan Bebek Gegerkan Warga Depok

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ular sanca peliharaan yang lepas saat terjadi banjir di kawasan Bojongkulur, Kabupaten Bogor, Sabtu, 27 April 2019. Menurut Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, ada 14 ular piton lepas dan 6 berhasil ditemukan. (twitter.com//sutopo_pn)

    Ular sanca peliharaan yang lepas saat terjadi banjir di kawasan Bojongkulur, Kabupaten Bogor, Sabtu, 27 April 2019. Menurut Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, ada 14 ular piton lepas dan 6 berhasil ditemukan. (twitter.com//sutopo_pn)

    TEMPO.CO, Depok – Warga Kota Depok kembali digegerkan oleh kehadiran ular di tengah permukiman. Bedanya, yang ditemukan di RT 02/RW 09, Kelurahan Kemiri Muka, Kecamatan Beji, adalah jenis ular sanca.

    Ular sanca sepanjang kurang lebih empat meter ditemukan warga saat sedang mencoba menelan seekor bebek, Senin 9 Desember 2019. Ketua RT setempat, Hidayatullah (45), mengatakan ular itu ditemukan di selokan. 

    “Ada satu warga yang sedang buang air kecil, dan melihat ada sesuatu yang mencurigakan,” kata Hidayat saat ditemui di lokasi, Senin malam 9 Desember 2019.

    Masyarakat seketika heboh setelah dipastikan benda mencurigakan tersebut merupakan ular yang sedang melilit seekor bebek dan hendak menelannya. “Kami langsung evakuasi ular tersebut untuk menghindari masuk ke rumah warga,” kata Hidayat.

    Hidayat mengaku, penemuan ular ini sudah kali ketiga dalam sebulan ke belakang. “Mungkin karena lokasi permukiman kami yang dekat bantaran sungai,” kata Hidayat.

    Sebelumnya, ular kobra ditemukan di Jalan Raya Kalimulya, RT 04/RW 03, Kelurahan Kalimulya, Kecamatan Cilodong. Penemuan ular jenis berbisa itu merangkai kehebohan yang sedang melanda wilayah perumahan Royal Citayam Residence di Bojong Gede, yang masuk wilayah Kabupaten Bogor. Sebanyak 31 anak ular kobra ditemukan di sana sejak Rabu pekan lalu dan memicu cemas masyarakatnya. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Mereka Boleh Tetap Bekerja Saat DKI Jakarta Berstatus PSBB

    PSBB di Jakarta dilaksanakan selama empatbelas hari dan dapat diperpanjang. Meski demikian, ada juga beberapa bidang yang mendapat pengecualian.