Ketua DPRD DKI: Kalau TGUPP Mau Hidup Pakai Dana Gubernur

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana rapat Badan Anggaran DPRD DKI saat membahas KUA PPAS DKI APBD 2020, Senin 25 November 2019. Tempo/Taufiq Siddiq

    Suasana rapat Badan Anggaran DPRD DKI saat membahas KUA PPAS DKI APBD 2020, Senin 25 November 2019. Tempo/Taufiq Siddiq

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Badan Anggaran DPRD DKI Prasetio Edi Marsudi mengusulkan anggaran Tim Gubernur Untuk Percepatan Pembangunan atau TGUPP Anies Baswedan menggunakan dana operasional gubernur.

    "Kalau TGUPP masih mau hidup silakan gunakan dana operasional pak Gubernur," kata Prasetio dalam rapat Badan Anggaran DPRD DKI, Senin, 9 Desember 2019.

    Hal tersebut disampaikan Prasetio yang juga ketua DPRD DKI saat membahas anggaran untuk TGUPP dalam Rancangan APBD 2020 sebesar Rp 19,8 miliar. Prasetio meminta pemerintah DKI memberikan penjelasan terkait alokasi dari Rp 19,8 miliar itu.

    Prasetio mengatakan pada era pemerintahan Gubernur Basuki Tjahja Purnama atau Ahok, TGUPP dibiayai dengan dana operasional gubernur, bukan dengan pos anggaran tersendiri. "Karena dulu pakai dana operasional gubernur yang dulu," ujarnya.

    Dalam rapat yang juga dihadiri oleh Sekretaris Daerah DKI Saefullah, Prasetio juga meminta evaluasi pertanggungjawaban kinerja TGUPP selama ini. "Saya minta pak Sekda pertanggungjawaban TGUPP ini seperti apa," ujarnya.

    Prestio juga mempertanyakan tupoksi dari TGUPP yang berjumlah 73 orang tersebut. Menurut dia, ada laporan ke DPRD bahwa kewenangan yang ada di TGUPP melebihi dari SKPD. Hal ini menyebabkan adanya kegaduhan di SKPD.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.