Bulan Desember Tiba, BNPB Sebut Waspada Bencana Alam

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi banjir. Dok. TEMPO/M. Iqbal Ichsan

    Ilustrasi banjir. Dok. TEMPO/M. Iqbal Ichsan

    TEMPO.CO, Bogor -Sekretaris utama Badan Nasional Penanggulangan Bencana atau BNPB RI, Harmensyah, menyebut bencana pada bulan Desember sedang marak. Bencana tersebut seperti banjir, longsor, dan angin puting beliung akan banyak terjadi di beberapa bagian atau wilayah di Indonesia, paling banyak di bulan Desember.

    "Makanya saya tadi sebut bencana sedang berulang tahun," kata Harmensyah seusai  menjadi pembicara utama di acara pelantikan anggota Aksi Relawan Mandiri Himpunan Alumni IPB di Baranangsiang, Bogor, Selasa 10 Desember 2019.

    Harmensyah mengatakan masyarakat harus bisa menyiapkan diri melakukan upaya pencegahan atau meminimalisir terjadinya bencana. Salah satunya adalah menjaga ekosistem dan lingkungan, seperti membersihkan saluran air, membersihkan sampah dan juga menanam kembali pohon. "Jadi bencana itu kita bisa cegah, selama kita bisa menjaga lingkungan. Kan tiap tahun ada bencana," kata dia.

    Selain bencana alam yang sering terjadi, Harmensyah pun menyebut kini di beberapa wilayah di Indonesia banyak juga warga atau lingkungannya diteror oleh binatang buas, berbahaya, beracun dan mematikan. Dia menyebut fenomena penemuan hewan tersebut bukan tanpa sebab, karena tidak mungkin hewan-hewan tersebut muncul jika lingkungan tempat asal atau habitatnya terjaga. "Karena habitat mereka rusak atau dirusak, sehingga mereka mencari tempat lain."

    Sehingga apa yang dilakukan oleh BNPB bekerja sama dengan organisasi tanggap bencana milik alumni IPB, Harmensyah mengatakan sudah sangat tepat untuk mencegah dan menanggulangi bencana yang sudah atau yang akan terjadi. Dia mengatakan para alumni IPB tentu sangat faham tentang lingkungan, baik perkebunan di lingkungan warga atau pun keadaan hutan yang ada di Indonesia melalui berbagai riset dan penemuan-penemuan IPB. "Kita jaga lingkungan, hutan dan juga kesadaran masyarakat," ucapnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 283 Jenazah Dikuburkan dengan SOP Covid-19 di DKI Jakarta

    Anies Baswedan menyebut Dinas Kehutanan dan Pertamanan telah mengubur 283 jenazah dengan SOP Covid-19. Jumlah penguburan melonjak pada Maret 2020.