Peringati Hari Hak Asasi Manusia Anies Singgung Kepemilikan Rumah

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat mengecek unit rumah DP 0 Rupiah Samawa di Klapa Village, Jakarta Timur, Sabtu, 31 Agustus 2019. TEMPO/M Julnis Firmansyah

    Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat mengecek unit rumah DP 0 Rupiah Samawa di Klapa Village, Jakarta Timur, Sabtu, 31 Agustus 2019. TEMPO/M Julnis Firmansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyebutkan separuh penduduk di Jakarta bukanlah pemilik rumah karena hal itu bukanlah pilihan, tetapi keterpaksaan. "Tidak memiliki rumah bukanlah pilihan, karena keterpaksaan, betul ya," tanya Anies yang dijawab betul oleh ratusan warga pada peringatan Hari Hak Asasi Manusia atau HAM Internasional di Lapangan Krapu, Pademangan, Jakarta Utara, Selasa, 10 Desember 2019.

    Anies menjelaskan salah satu tantangan terbesar di Jakarta adalah masalah pemukiman. Peringatan HAM kaitannya dengan kesetaraan kesempatan untuk pemukiman yang merupakan salah satu dari hak dasar. "Hak paling asasi manusia yakni tempat tinggal layak. Insya Allah ini akan kita tuntaskan sama-sama," kata Anies.

    Anies berharap masyarakat dapat bekerja sama dan berkolaborasi dengan pemerintah untuk menuntaskan masalah pemukiman. "Jangan pemerintah merasa paling tahu, apa permasalahan dan solusi di lapangan. Tetapi sering kali masyarakat paling tahu apa yang paling tepat untuk lingkungannya," ucap mantan Menteri Pendidikan ini.

    Anies mengatakan pemerintah hanya memiliki dua modal yakni wewenang dan anggaran. Sementara masyarakat punya pengetahuan tentang masalahnya, karena hidup di kawasan yang bermasalah. "Masyarakat punya ide kreatif dan solusi aplikatif yang sesuai dengan kondisi di lapangan, sementara pemerintah jarang memiliki ide kreatif," tegas Anies.

    Peringatan hari Hak Asasi Manusia Internasional di Jakarta diinisiasi oleh Urban Poor Consortium atau UPC, jejaring rakyat miskin Indonesia atau Jerami dan Jaringan Rakyat Miskin


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.