PKL Senen Enggan Direlokasi ke Pasar Metro Atom, Ini Alasannya

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengunjung melihat pakaian bekas yang dijual di lapak PKL di Kawasan Senen, Jakarta, Selasa, 3 Desember 2019. TEMPO/Muhammad Hidayat

    Pengunjung melihat pakaian bekas yang dijual di lapak PKL di Kawasan Senen, Jakarta, Selasa, 3 Desember 2019. TEMPO/Muhammad Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Para pedagang kaki lima atau PKL Senen berharap Pemerintah Kota Jakarta Pusat merelokasi mereka di lokasi yang tak jauh dari lokasi saat ini, yaitu di sekitar Pasar Senen.

    "Kami mau direlokasi. Intinya di sekitar kawasan Senen. Kita bukan tidak ada lahan di sini, kan ada lahan berapa hektar, masa tidak bisa tampung," kata Richard, salah satu PKL, Selasa, 10 Desember 2019.

    Para PKL di trotoar Senen mulai dilarang berjualan di lokasi sejak Senin, 9 Desember lalu. Penertiban terhadap para PKL dilakukan atas keluhan dari masyarakat dan karena ada rencana pembangunan underpass Senen. Pemerintah Kota Jakarta Pusat menyediakan tempat relokasi di Pasar Metro Atom.

    Menurut Richard, lokasi relokasi itu tidak cocok untuk mereka. "Kalau pindah ke pasar atom sama saja kita dibunuh pelan- pelan," ujarnya.

    Sebab, menurut Richard, akses ke lapak para PKL terbilang sulit dan sudah ada pesaing yang lebih banyak dari sebelumnya. "Siapa coba yang mau naik ke lantai 4? Terus di bawahnya juga udah banyak pedagang pakaian bekas lainnya," kata dia.

    Senada dengan Richard, PKL lainnya, Budi mengharapkan tempat relokasi berada di dekat tempat parkir Blok III Pasar Senen. "Kita maunya direlokasi di blok III, kita bukan tidak ada lahan. Ada kok lapangan di sini, tanah kosong. Itu taman kan buat fasilitas umum," kata dia.

    PKL lainnya, Netty, sependapat dengan dua temannya itu. "Kami itu awalnya bukan pedagang liar loh. Kami korban kebakaran Pasar Senen Blok I sama II kemarin. Kami jual juga barang- barang sisa dari pedagang yang di atas (sembari menunjuk blok III Pasar Senen)," ujarnya.

    Netty dan PKL Senen lainnya mengharapkan agar mereka dapat menempati lapak di wilayah Senen tanpa mengeluarkan biaya sewa seperti saat menempati trotoar.

    Menanggapi hal tersebut, Camat Senen Ronny Japriko mengatakan keinginan para PKL itu tidak mungkin untuk dilakukan. "Setahu saya, fasilitas umum itu tidak bisa digunakan sembarangan. Kan ada tata kotanya, pengaturan lokasinya. Saya pikir ya enggak bisa lah kalau kita turutin maunya mereka semua," kata dia.

    Ronny mengatakan pemindahan PKL Senen ke Pasar Metro Atom sudah melalui tahapan survei karena beberapa pedagang yang juga merupakan korban terbakarnya Pasar Senen pada 2017 sebagian berjualan tetap di sana. "Pasar Metro Atom kan dikasih gratis 6 bulan. Saya sudah survei di lantai 4, ada AC lagi. Dari segi ekonomi bagus tidak mati," ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.