Viral Pasien RSJ Grogol Kabur dan Dikasari, Ini Penjelasan Polisi

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi tawuran/perkelahian penganiayaan. Shutterstock

    Ilustrasi tawuran/perkelahian penganiayaan. Shutterstock

    TEMPO.CO, Jakarta - Sebuah video viral yang merekam tentang salah satu pasien Rumah Sakit Jiwa Dr. Soeharto Heerdjan, Grogol, Jakarta Barat menjadi viral. Narasi dalam video tersebut menyebutkan pasien itu kabur karena tak mampu membayar biaya rumah sakit.

    Kepala Unit Reserse Kriminal Kepolisian Tanjung Duren Ajun Komisaris Mubarak membantah narasi tersebut. Menurut dia, F, 30 tahun, pasien itu kabur bukan karena tak mampu membayar biaya pengobatan.

    Mubarok mengatakan kalau F yang merupakan pasien di rumah sakit tersebut kondisinya sudah membaik saat ini. “Pasien sudah 75 persen sehat. Sudah dibawa keluarga ke rumah,” ujarnya saat dikonfirmasi wartawan pada Rabu, 11 Desember 2019.

    Dalam video yang diunggah oleh akun Instagram @makassar_iinfo, pria berbaju hijau dan mengenakan celana pendek warna biru yang merupakan F, kabur dari rumah sakit. Pada video pertama, terlihat petugas keamanan memegang kaos F sambil berkomunikasi lewat handy talky.

    Pada video kedua, terlihat dua orang petugas keamanan tiba menggunakan sepeda motor. Keduanya terlihat melayangkan pukulan ke arah F dan membawanya naik ke atas motor. Dalam keterangan unggahan, diketahui peristiwa itu terjadi pada 10 Desember 2019.

    Mubarak belum dapat menjelaskan motif tindak kekerasan tersebut. Menurut dia, pihak petugas keamanan rumah sakit itu akan dipanggil ke Polsek Tanjung Duren untuk dimintai keterangan.

    Polisi, kata Mubarak, berencana mengetahui kronologi dan melihat ada tidaknya unsur pidana kekerasan dalam kejadian tersebut. “Rencananya kami jadwalkan hari ini untuk periksa chief security dan security-nya terkait insiden tersebut,” ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Untung Buntung Status Lockdown akibat Wabah Virus Corona

    Presiden Joko Widodo berharap pemerintahannya memiliki visi dan kebijakan yang sama terkait Covid-19. Termasuk dampak lockdown pada sosial ekonomi.