Anies dan DPRD Sepakat Raperda APBD DKI 2020 Rp 87,9 Triliun

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyerahkan Rancangan APBD atau RAPBD DKI 2020 ke pimpinan DPRD DKI, Selasa 2 Desember 2019. Tempo/Taufiq Siddiq

    Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyerahkan Rancangan APBD atau RAPBD DKI 2020 ke pimpinan DPRD DKI, Selasa 2 Desember 2019. Tempo/Taufiq Siddiq

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan DPRD sepakat Raperda APBD DKI 2020 sebesar Rp 87,9 triliun. Raperda itu disahkan dalam rapat paripurna di gedung DPRD, Rabu siang. 

     "Total APBD Provinsi DKI tahun 2020 sebesar Rp 87,9 triliun," ujar Ketua DPRD DKI, Prasetio Edi Marsudi dalam rapat paripurna di gedung DPRD, Rabu 11 Desember 2019.

    Dalam APBD 2020 DKI disepakati pendapatan daerah Rp 82,1 triliun dan Belanja Daerah Rp 79,6 triliun. DKI dan DRPD juga sepakat besar Pembiayaan Daerah Rp 2,58 triliun dengan penerimaan pembiayaan Rp 5,6 triliun dan pengeluaran pembiayaan Rp 8,3 triliun.

    Anggota Badan Anggaran DKI Ahmad Yani mengatakan Raperda APBD DKI tersebut memiliki berbagai catatan. Mulai dari anggaran Tim Gubernur Untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP) hingga revitalisasi Taman Ismail Marzuki yang masih bermasalah karena seniman menolak ada hotel di TIM.  

    Badan Anggaran DPRD meminta DKI perlu mengevaluasi beberapa sektor penerimaan daerah, mulai dari pajak hingga retribusi parkir. "Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor sebenarnya masih bisa ditingkatkan lagi karena jumlah kendaraan di Jakarta terus meningkat," ujarnya.

    Nilai APBD DKI Rp 87,9 triliun sesuai dengan nilai yang telah disepakati dalam KUA PPAS 2020. Angka tersebut menurut Gubernur DKI Anies Baswedan naik 1,22 persen dari APBD Jakarta 2019 senilai Rp 86,89 triliun. "Naik 1,22 persen," ujarnya saat pidato RAPBD di paripurna DKI pada 3 Desember lalu.

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sebab dan Pencegahan Kasus Antraks Merebak Kembali di Gunungkidul

    Kasus antraks kembali terjadi di Kabupaten Gunungkidul, DI Yogyakarta. Mengapa antraks kembali menjangkiti sapi ternak di dataran tinggi tersebut?