Indeks Kerukunan Umat Beragama di DKI Rendah, Respons Anies?

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Peserta gerak Jalan Kerukunan Umat Beragama Damai Indonesiaku berjalan di ruas Jalan MH. Thamrin Jakarta, Minggu 21 Oktober 2018. Acara gerak Jalan yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama RI tersebut melibatkan 6.000 umat Buddha Niciren Syosyu Indonesia (NSI) dan 20 komunitas beragama seperti umat Buddha di Indonesia (WALUBI dan PERMABUDHI). ANTARA FOTO/Reno Esnir

    Peserta gerak Jalan Kerukunan Umat Beragama Damai Indonesiaku berjalan di ruas Jalan MH. Thamrin Jakarta, Minggu 21 Oktober 2018. Acara gerak Jalan yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama RI tersebut melibatkan 6.000 umat Buddha Niciren Syosyu Indonesia (NSI) dan 20 komunitas beragama seperti umat Buddha di Indonesia (WALUBI dan PERMABUDHI). ANTARA FOTO/Reno Esnir

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan akan meminta Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) mengkaji ulang hasil survei Kementerian Agama soal indeks KUB di ibu kota. Hasil survei Kemenag menunjukkan indeks kerukunan DKI tahun 2019 berada di bawah skor rata-rata nasional.

    "Saya minta kepada FKUB untuk melakukan kajian atas hasil kemarin. Lalu dilihat, dilaporkan kepada kami. Jadi sesederhana itu," kata Anies di Balai Kota DKI, Kamis, 12 Desember 2019.

    Survei tersebut dilakukan Kementerian Agama pada 16 Mei-19 Mei 2019 dan 18-24 Juni 2019. Jumlah responden 13.600 di 34 provinsi dengan penarikan sampel secara acak berjenjang. Margin of error survei kurang lebih 4,8 persen.

    Anies mengatakan dia meminta FKUB mengkaji hasil survei Kemenang karena di lembaga itu terdapat perwakilan dari seluruh agama. "Nah mereka yang saya minta untuk melihat hasil itu. Jadi bukan spekulasi-spekulasi," ujarnya.

    Dari hasil kajian FKUB terhadap keturunan antarumat beragama di DKI, maka bakal terlihat hasil sesungguhnya data tersebut. "Jadi dari situ nanti kami lihat hasilnya seperti apa," kata Anies. 

    Menurut hasil survei Kemenag yang dirilis Rabu lalu, skor KUB Indonesia berada di angka 73,83 dari rentang 0-100. Skor itu masuk kategori "Rukun Tinggi". Angka ini meningkat jika dibanding hasil yang diperoleh tahun lalu, yaitu 70,90.

    "Tapi masih rendah jika dibanding perolehan angka indeks tahun 2015, yaitu 75,36,” kata Menteri Agama Fachrul Razi dikutip dari laman resmi Kemenag, Rabu, 11 Desember 2019.

    Fachrul menjelaskan meski Indeks KUB Indonesia menurun dibandingkan 2015, namun dalam lima tahun terakhir, angka rata-rata Indeks KUB selalu berada di atas angka 70. "Atau pada kategori tinggi,” ucap dia.

    Ada tiga dimensi yang diukur untuk mengetahui Indeks KUB Indonesia, yaitu toleransi, kesetaraan, dan kerja sama antara umat beragama. Menurut Fachrul, masing-masing dimensi KUB, menunjukkan nilai sebagai berikut: dimensi kerja sama dengan skor 75,40; dimensi toleransi dengan skor 72,37; dan dimensi kesetaraan dengan skor 73,72.

    Dalam survei itu, provinsi DKI Jakarta yang dipimpin oleh Anies Baswedan berada di peringat 27 dari 34 provinsi. Secara nasional terdapat 18 provinsi dengan skor Indeks Kerukunan Umat Beragama (KUB) di bawah rata-rata nasional, yaitu: 
    -Jawa Timur (73,7)
    -Kalimantan Timur (73,6)
    -Gorontalo (73,2)
    -Kepulauan Bangka Belitung (73,1)
    -Lampung (73,1)
    -Kepulauan Riau (72,8)
    -Maluku Utara (72,7)
    -Kalimantan Selatan (72,5)
    -Sumatera Selatan (72,4)
    -Bengkulu (71,8)
    -DKI Jakarta (71,3)
    -Jambi (70,7)
    -Nusa Tenggara Barat (70,4)
    -Riau (69,3)
    -Banten (68,9)
    -Jawa Barat (68,5)
    -Sumatera Barat (64,4)
    -Aceh (60,2)

     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.