PA 212 Demo Bareskrim Tuntut Sukmawati dan Gus Muwafiq Diadili

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sukmawati Soekarnoputri saat menggelar jumpa pers mengenai polemik puisinya yang bertajuk 'Ibu Indonesia' di kawasan Cikini, Jakarta, Rabu, 4 April 2018. Pada puisi bertajuk Ibu Indonesia yang dibacakannya dalam acara '29 Tahun AnneAvantieBerkarya di Indonesia FashionWeek 2018', Sukmawati membandingkan azan dengan kidung dan cadar dengan konde. TEMPO/M. Taufan Rengganis

    Sukmawati Soekarnoputri saat menggelar jumpa pers mengenai polemik puisinya yang bertajuk 'Ibu Indonesia' di kawasan Cikini, Jakarta, Rabu, 4 April 2018. Pada puisi bertajuk Ibu Indonesia yang dibacakannya dalam acara '29 Tahun AnneAvantieBerkarya di Indonesia FashionWeek 2018', Sukmawati membandingkan azan dengan kidung dan cadar dengan konde. TEMPO/M. Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Persatuan Alumni atau PA 212 dan Front Pembela Islam (FPI) akan menggelar demonstrasi di depan Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, siang hari ini. Demo tersebut menuntut polisi mengusut kasus dugaan penistaan agama yang dilakukan oleh Sukmawati Soekarnoputri dan Ahmad Muwafiq alias Gus Muwafiq.

    "Benar kami akan menggelar demo siang ini," kata Ketua Media Center Persatuan Alumni 212 Novel Bamukmin saat dihubungi Tempo, Jumat, 13 Desember 2019.

    Novel tak merinci jumlah peserta demonstrasi yang bertajuk 'Aksi Bela Islam, Aksi Bela Rasulullah'. Ia hanya mengatakan tuntutan aksi ini sesuai seperti yang ada di poster ajakan demonstrasi, yakni 'Adili & Penjarakan Penista Agama Bu Suk-Muwafiq'.

    Dalam poster ajakan aksi yang beredar di media sosial, aksi akan digelar pada Jumat, 13 Desember 2019 pukul 13.30 sampai 17.00 di Bareskrim Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Massa akan memulai aksinya setelah salat Jumat di Masjid Al Azhar Kebayoran Baru dan dilanjutkan dengan long march menuju Bareskrim Polri.

    Sukmawati dituduh melakukan penistaan terhadap agama akibat ucapannya dalam diskusi bertajuk 'Bangkitkan Nasionalisme, Bersama Kita Tangkal Radikalisme, dan Berantas Terorisme' pada November 2019. Ujaran yang dianggap menodai agama itu saat Sukmawati bertanya dan membandingkan soal siapa sosok yang paling berjasa dalam kemerdekaan Indonesia di antara Nabi Muhammad dan Presiden Soekarno.

    Sedangkan Gus Muwafiq diduga melakukan penistaan agama saat berceramah dan mengisahkan tentang kelahiran Nabi Muhammad dan kehidupannya di masa kecil. Ia menyebut Nabi lahir biasa saja. Sebab, jika terlihat bersinar maka ketahuan oleh bala tentara Abrahah. Muwafiq dalam ceramahnya juga menyebut Nabi saat kecil rembes karena ikut kakeknya.

    Gus Muwafiq pun memberikan klarifikasi lewat video yang tersebar di media sosial. Dalam video yang diunggah akun Facebook Ketua PBNU Robikin Emhas, Gus Muwafiq menyatakan permohonan maaf atas kontroversi ceramahnya tersebut. "Dengan senang hati saya banyak diingatkan oleh kaum muslimin dan warga bangsa Indonesia yang begitu cinta Rasulullah. Saya sangat mencintai Rasulullah, siapa kaum muslimin yang tidak ingin Rasulullah?" ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sebab dan Pencegahan Kasus Antraks Merebak Kembali di Gunungkidul

    Kasus antraks kembali terjadi di Kabupaten Gunungkidul, DI Yogyakarta. Mengapa antraks kembali menjangkiti sapi ternak di dataran tinggi tersebut?