Mundur dari TGUPP Anies, Begini Penjelasan Marco Kusumawijaya

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Arsitek Marco Kusumawijaya. TEMPO/Charisma Adristy

    Arsitek Marco Kusumawijaya. TEMPO/Charisma Adristy

    TEMPO.CO, Jakarta - Mantan Ketua Bidang Pengelolaan Bidang Pesisir Tim Gubernur Untuk Percepatan Pembangunan atau TGUPP Marco Kusumawijaya menjelaskan terkait pengunduran dirinya dari tim Anies Baswedan tersebut.

    Marco menyatakan bahwa tugasnya sudah selesai sebagai TGUPP Anies. "Tugas Komite Pesisir telah selesai. Saya non-aktif dari kegiatan di TGUPP," kata Marco dalam keterangan tertulisnya, Kamis, 12 Desember 2019.

    Menurut Marco, secara umum tugas pokok sebagai bidang pengelolaan pesisir yang sudah selesai, yaitu menyiapkan langkah-langkah penghentian reklamasi telah diselesaikan pada September 2018. Dan menyusun rencana wajah baru kawasan pesisir Jakarta tanpa reklamasi yang juga telah diselesaikan pada November 2019.

    Marco mengatakan untuk program perbaikan kampung yang terletak di kawasan pesisir telah berlangsung di jalan yang benar sesuai. "Tentu saja belum semua janji tertunaikan tuntas, tapi Insya Allah sudah berlangsung di jalan dan arah yang benar dan akan tunai tuntas pada waktunya," kata dia.

    Setelah mundur dari TGUPP, Marco mengatakan ia tengah sibuk menyelesaikan bukunya yang sempat tertunda beberapa tahun. "Sebenarnya telah dimulai 7 tahun lalu, tapi sempat tertunda sejak 2016," ujarnya.

    Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sebelumnya menyatakan bahwa Marco berhenti dari TGUPP karena sudah menyelesaikan tugas di bidang pesisir. "Jadi memang untuk bidang pengelolaan pesisir telah menuntaskan pekerjaannya, yaitu menyusun rencana pengembangan kawasan pesisir," ujarnya.

    Anies menyebutkan bahwa tugas Bidang Pengelolaan Pesisir sudah selesai sejak akhir Oktober lalu. Dua orang dari empat anggota pun mengundurkan diri dari TGUPP, termasuk Ketua Bidang Pengelolaan Pesisir, Marco Kusumawijaya dan Sudirman Saad.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.