Kota dan Kabupaten Bogor Berebut Ingin Jadi Titik Ujung LRT

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penampakan Stasiun LRT Harjamukti Cibubur yang tengah dibangun untuk melayani penumpang koridor Cibubur-Cawang. Proyek pembangunan prasarana LRT Cibubur-Cawang kini telah mencapai 85,7 persen. TEMPO/Francisca Christy Rosana

    Penampakan Stasiun LRT Harjamukti Cibubur yang tengah dibangun untuk melayani penumpang koridor Cibubur-Cawang. Proyek pembangunan prasarana LRT Cibubur-Cawang kini telah mencapai 85,7 persen. TEMPO/Francisca Christy Rosana

    TEMPO.CO, Bogor - Pemerintah Kota dan Kabupaten Bogor sama-sama menginginkan agar Light Rel Transit atau LRT Jabodebek berujung di wilayah masing-masing.

    Bupati Bogor Ade Yasin berharap LRT dapat diteruskan hingga ke wilayahnya, tepatnya di Kecamatan Ciawi. "Kita ingin BPTJ melanjutkan LRT sampai ke Ciawi, itu mimpi saya," kata dia dalam pemaparan di acara Borderline Economic Summit (BES) 2019, Kabupaten Bogor, Kamis, 12 Desember 2019.

    Ade mengatakan ia ingin LRT sampai wilayahnya untuk mengurai kemacetan yang berada di jalur Puncak. Selain itu, ia menyebut warga Kabupaten Bogor dapat merasakan manfaat keberadaan LRT. "Nantinya sistem transportasi terpadu, kereta api dan LRT akan berkembang di wilayah kita," kata dia.

    Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto menyatakan belum mengetahui secara pasti LRT akan berujung di kawasan mana. Namun ia menyebut Kota Bogor telah menyodorkan dua lokasi yang menjadi opsi titik akhir LRT dan rencananya akan dijadikan TOD (Transit Oriented Development).

    "Beberapa waktu lalu ada dua opsi, Tanah Baru atau Baranangsiang. Akhirnya mengacu pada beberapa refrensi kira-kira arahnya ke Barangsiang," kata Bima.

    Namun, menurut Bima, hingga saat ini proyek strategis nasional itu belum jelas ujungnya di mana. Ia pun mempertanyakan kejelasannya sebab baik Kota dan Kabupaten Bogor sama-sama ingin menjadi titik akhir LRT. "Ibu Bupati (Ade Yasin) sampaikan ya kalo bisa ujungnya di Cibanon," ujarnya.

    Bima juga menyebut selama ini, ia telah melakukan pertemuan dengan BPTJ beberapa kali. Namun pertemuan itu belum memberikan kepastian. "Nah di mana ini (LRT) di putuskan. Kita ke sana-sini selalu berbeda-beda. Ini masalah," kata dia.

    Dalam momen BES 2019, Bima pun menyampaikan agar pemerintah pusat segera memperjelas ujung LRT, sehingga dapat memberi manfaat bagi Kota dan Kabupaten Bogor. Ia menyarankan agar pemerintah kedua daerah dan pemerintah pusat segera duduk bersama. "Ini arahnya kemana, yang menguntungkan yang mana," ujarnya.

    Proyek LRT sampai wilayah Bogor merupakan perencanaan pembangunan fase II dari Cibubur. Saat ini, LRT fase 1 rute Cawang-Cibubur masih dikerjakan dan sudah mencapai skeitar 85 persen.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Komentar Yasonna Laoly Soal Harun Masiku: Swear to God, Itu Error

    Yasonna Laoly membantah disebut sengaja menginformasikan bahwa Harun berada di luar negeri saat Wahyu Setiawan ditangkap. Bagaimana kata pejabat lain?