Banser Korban Persekusi, Wagub Jabar Puji Langkah Cepat Polisi

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum,  menghadiri Silahturahmi Kerja Wilayah (Silakwil) Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI) Organisasi Wilayah (Orwil) Jabar di Grand Inna Samudra Beach Hotel, Pelabuhan Ratu, Kabupaten  Sukabumi, Sabtu, 30 November 2019.

    Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum, menghadiri Silahturahmi Kerja Wilayah (Silakwil) Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI) Organisasi Wilayah (Orwil) Jabar di Grand Inna Samudra Beach Hotel, Pelabuhan Ratu, Kabupaten Sukabumi, Sabtu, 30 November 2019.

    TEMPO.CO, Bandung - Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum, memberikan penghargaannya kepada Eko, anggota Banser NU Depok. Penghargaan terkait sikap tenang dan tidak terprovokasi dari Eko saat terjadi persekusi di Jakarta Selatan, pada Selasa 10 Desember 2019.

    Uu mengaku sudah menonton video yang diunggah pelaku persekusi dan viral di media sosial. Saat itu, Eko melintas mengaku usai mengawal penceramah Gus Muwafiq yang juga tengah dikecam sebagian kalangan yang menuduhnya telah menghina nabi. 

    "Saya apresiasi ketenangannya. Tidak terprovokasi. Dan lebih memilih untuk menempuh jalur hukum," kata Uu, Jum'at Desember 2019.

    Uu juga memuji langkah sigap kepolisian karena cepat menangkap pelaku persekusi itu. Langkah polisi, kata Uu, sangat membantu agar tetap terciptanya kondusivitas masyarakat.

    "Kami juga berharap masyarakat tidak terprovokasi oleh isu-isu yang selama ini berkembang," kata Panglima Santri Jawa Barat itu.

    Uu pun mengimbau kepada masyarakat pengguna media sosial agar lebih bijak di dunia maya. Pasalnya, kata Uu, di era yang serba digital ini tidak jarang menjadi polemik di dunia nyata akibat dari ketidakdewasaan dalam bermedia sosial.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.