Tabrakan Mobil, Begini Gardu Tol Pasar Rebo Ringsek Kena Imbas

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengguna jalan tol bertansaksi di Jalan Tol Lingkar Luar Jakarta (JORR) pintu Gerbang Tol Cikunir Dua, Bekasi, Jawa Barat, 1 November 2015. ANTARA FOTO

    Pengguna jalan tol bertansaksi di Jalan Tol Lingkar Luar Jakarta (JORR) pintu Gerbang Tol Cikunir Dua, Bekasi, Jawa Barat, 1 November 2015. ANTARA FOTO

    TEMPO.CO, Jakarta - Sebuah Gardu transaksi di Gerbang Tol Lingkar Luar Jakarta atau Tol JORR Pasar Rebo, Jakarta Timur, rusak akibat tabrakan mobil yang melibatkan dua kendaraan pada Jumat siang tadi, 13 Desember 2019.

    "Peristiwa ini terjadi di KM 33, tepatnya Gerbang Pasar Rebo pada pukul 12.15 WIB melibatkan dua kendaraan," kata Kepala Unit Laka Lantas Polrestro Jakarta Timur, AKP Agus Suparyanto di Jakarta.

    Kejadian berawal saat kendaraan boks B 9544 KJ yang dikendarai Saiful Ulum sedang mengantre pembayaran di gerbang tol.

    "Tiba-tiba ditabrak dari belakang oleh kendaraan losbak muatan alat berat B 9198 TU yang dikendarai Daniel Manulang," katanya. Mobil boks mengalami kerusakan pada bodi depan dan belakang.

    "Kerugian lainnya adalah gardu tol yang rusak karena imbas tabrakan," ujarnya.

    Polisi telah mengamankan Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan memeriksa seluruh kelengkapan izin mengemudi.

    Seluruh surat izin dinyatakan masih berlaku dan disita berikut kendaraannya. "Barang bukti ini untuk sementara kami sita selama proses penyelesaian perkara," ujarnya.

    Secara terpisah, Humas PT Jasa Marga Tol JabodetabekJabar, Irra Susiyanti membenarkan adanya peristiwa itu. "Sudah terkendali aman dan hasil laporan petugas lapangan karena pengendara hilang kendali," katanya.

    Jasa Marga masih menginventarisasi kerusakan gardu akibat kejadian tabrakan mobil tersebut.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.