Polisi Tembak Mati 1 WNA, Jenazah Diserahkan ke Kedubes Pakistan

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • ilustrasi heroin. Sumber: aa.com.tr

    ilustrasi heroin. Sumber: aa.com.tr

    TEMPO.CO, Jakarta -Kepolisian Daerah Metro Jaya menyerahkan jenazah SH, Warga Negara Asing asal Pakistan yang menjadi bandar heroin di Jakarta ke Kedutaan Besar Pakistan. Polisi tembak mati SH karena diketahui melawan.

    Penyerahan tersebut berlangsung di Rumah Sakit Kramat Jati tempat mayat SH disemayamkan.

    "Jenazah sudah kami serahkan hari ini. Jadi pemyerahannya ke Kedubes, nanti Kedubes tinggal menunggu dari keluarganya akan datang menjemput," ujar Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Yusri Yunus di Jakarta Selatan, Jumat, 13 Desember 2019.

    Sebelumnya, polisi tembak mati SH pada Rabu malam, 11 Desember 2019 karena berusaha kabur saat ditangkap. SH ditengarai menjadi bandar heroin kelas kakap dan terlibat dalam jaringan internasional.

    Yusri menerangkan, polisi menangkap SH di kawasan Mangga Dua Square, Jalan Gunung Sahari, Jakarta Utara pada Rabu malam. Saat ditangkap, petugas mendapati barang bukti berupa 5 kilogram heroin kelas 1.

    Dari interograsi singkat, diketahui bahwa tersangka masih menyimpan barang bukti lainnya di sekitar kawasan Mangga Dua Square. Polisi lalu meminta tersangka menunjukkan gudang penyimpan tersebut.

    Namun di tengah perjalanan, SH melawan petugas dan berusaha lari. "Yang bersangkutan mencoba merebut senjata anggota. Dengan tindakan terukur sesuai SOP, yang bersangkutan dilumpuhkan dengan tembakan," kata Yusri.

    SH pun segera dilarikan ke rumah sakit namun nyawanya tak tertolong. Kini jenazah SH masih disimpan di RS Kramatjati, Jakarta Timur.

    Dari hasil pemeriksaan, Yusri mengatakan heroin yang SH jual didapat dari WNA lain. Selain itu, kualitas heroin yang SH edarkan merupakan yang terbaik dan hanya bisa dibeli oleh kalangan menengah ke atas. Kini polisi tengah mendalami jaringan SH dan memburu sang bandar besar.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Mereka Boleh Tetap Bekerja Saat DKI Jakarta Berstatus PSBB

    PSBB di Jakarta dilaksanakan selama empatbelas hari dan dapat diperpanjang. Meski demikian, ada juga beberapa bidang yang mendapat pengecualian.