DWP 2019 Dimulai, Ormas Islam Batal Demo

Reporter:
Editor:

Febriyan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana penjagaan perhelatan Djakarta Warehouse Project (DWP) 2019 di pintu 9 Pusat Niaga JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Jumat, 13 Desember 2019. TEMPO/Lani Diana

    Suasana penjagaan perhelatan Djakarta Warehouse Project (DWP) 2019 di pintu 9 Pusat Niaga JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Jumat, 13 Desember 2019. TEMPO/Lani Diana

    TEMPO.CO, Jakarta - Perhelatan Djakarta Warehouse Project ( DWP ) 2019 resmi dimulai pada Jumat sore, 13 Desember 2019. Dari pantauan Tempo, massa organisasi kemasyarakatan alias ormas Islam yang rencananya akan menggelar demo menolak DWP tak juga menunjukkan batang hidungnya hingga pukul 18.15 WIB.

    Pengunjung DWP dapat mengakses masuk lokasi acara musik itu melalui pintu 8 dan 9 JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat. Akan tetapi, tidak ada massa dari ormas yang menggelar demonstrasi di dua pintu tersebut.

    Polisi tampak berjaga sejak pukul 15.30 WIB. Sekitar 20 polisi terlihat menunggu kedatangan massa di pintu 9 dekat Pusat Niaga JIExpo. Sementara hingga berita ini ditulis pengunjung sudah mulai berdatangan. DWP 2019 dimulai pukul 18.00 WIB.

    Humas aksi dari Gerakan Pemuda Islam atau GPI Jakarta Raya, Rahmat Himran, menyebut massa bakal menggeruduk JIExpo Kemayoran selama DWP 2019 digelar. Mereka menolak acara musik yang mendatangkan disc jockey (DJ) itu karena dianggap mengkampanyekan perbuatan dosa atau maksiat.

    "Setiap tahun kami menyusup dalam acara tersebut," ujar Rahmat. "Para penikmat maksiat akan berkumpul JIExpo Jakarta dan melakukan pesta baik itu seks bebas maupun narkoba dan kegiatan minuman keras."

    Berdasarkan pantauan Tempo sejak pukul 15.00 WIB tak ada satu pun massa dari ormas Islam yang terlihat di sekitaran area pergelaran DWP 2019. Soal batalnya demonstrasi tersebut pun tak ada kejelasan. Tempo mencoba menghubungi Rahmat namun panggilan telepon yang Tempo lakukan tak berbalas.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Operasi Ketupat 2021 Demi Menegakkan Larangan Mudik, Berlaku 6 Mei 2021

    Sekitar 166 ribu polisi diterjunkan dalam Operasi Ketupat 2021 untuk menegakkan larangan mudik. Mereka tersebar di lebih dari 300 titik.