Persekusi Anggota Banser Depok, Polisi Periksa Ahli Bahasa dan IT

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anggota Banser berjaga di kantor GP Ansor, Jalan Kramat Raya, Nomor 164, Jakarta Pusat, Jumat, 26 Oktober 2018. Tempo/M Yusuf Manurung

    Anggota Banser berjaga di kantor GP Ansor, Jalan Kramat Raya, Nomor 164, Jakarta Pusat, Jumat, 26 Oktober 2018. Tempo/M Yusuf Manurung

    TEMPO.CO, Jakarta -Kepolisian Polda Metro Jaya telah menetapkan HA sebagai tersangka kasus persekusi terhadap anggota dua anggota Banser NU (Barisan Ansor Serbaguna Nahdlatul Ulama) di Depok. Penetapan itu dilakukan setelah polisi memeriksa saksi bahasa dan IT.

    "Sampai dengan saat ini sudah 7 saksi, 4 saksi yang mengetahui peristiwa tersebut dan 3 saksi diperiksa adalah saksi ahli (IT dan bahasa)," ujar Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Yusri Yunus di kantornya, Jakarta Selatan, Jumat, 13 Desember 2019 terkait kasus persekusi terhadap anggota Banser tersebut.

    Yusri menjelaskan penanganan kasus tersebut saat ini sudah diserahkan ke Polres Jakarta Selatan. Pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan dan tengah merampungkan berkas pemeriksaan.

    "Mudah-mudahan akan segera kami selesaikan berkasnya," kata Yusri.

    Seorang kader Banser (Barisan Ansor Serbaguna) Nahdlatul Ulama bernama Eko diduga mengalami persekusi di kawasan Pondok Pinang, Jakarta Selatan. INSTAGRAM @NAHDLATULULAMA

    Sebelumnya, dua anggota Banser NU atas nama ES dan WS mengalami persekusi oleh orang yang identitasnya kini sudah dikantongi polisi. Kejadian itu terjadi pada Selasa 10 Desember sekitar pukul 15.00 WIB di Jalan Ciputat Raya I Nomor 61, Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan

    Peristiwa itu terjadi ketika dua korban ini sedang berkendara dari arah Pasar Jumat mau menuju ke arah Depok. Kedua anggota Banser ini tidak menyadari bahwa mereka sedang dibuntuti oleh seseorang. Kemudian di TKP anggota Banser tersebut dihadang pelaku dan diintimidasi dengan kata-kata yang agak keras.

    Tak hanya itu, pelaku persekusi bahkan memvideokan aksinya. Video persekusi tersebut kemudian viral di media sosial.

    Pascakejadian, dua anggota Banser tersebut kemudian melapor kepada Ketua Banser NU Jakarta Selatan yang kemudian bersama Ketua Banser NU melapor ke Polres jaksel untuk melaporkan kejadian tersebut. Adapun pasal ancaman yang dikenakan terhadap pelaku yakni Pasat 310, 311, dam 335 tentang penghinaan, perbuatan tidak menyenangkan dan UU ITE.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Mereka Boleh Tetap Bekerja Saat DKI Jakarta Berstatus PSBB

    PSBB di Jakarta dilaksanakan selama empatbelas hari dan dapat diperpanjang. Meski demikian, ada juga beberapa bidang yang mendapat pengecualian.