Colosseum Dapat Adikarya Wisata, Sekda DKI: Karena Taati Aturan

Reporter:
Editor:

Febriyan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Klub Colosseum. TEMPO/Qaris Tajudin

    Klub Colosseum. TEMPO/Qaris Tajudin

    TEMPO.CO, Jakarta - Sekda DKI Jakarta Saefullah membeberkan alasan memberikan penghargaan Adikarya Wisata 2019 untuk klub malam Coosseum. Menurut Saefullah, pemerintah DKI mengapresiasi diskotek yang menaati aturan.

    "Semua di level kebijakan, semua di level aktivitas masyarakat yang taat kepada aturan ya kami apresiasi. Siapa juga kami apresiasi," kata Saefullah di Balai Kota, Jakarta Pusat, Sabtu, 14 Desember 2019.

    Sebelumnya, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI mengadakan penghargaan Adikarya Wisata 2019 untuk 31 kategori. Salah satu kategorinya adalah Nominasi Hiburan & Rekreasi - Klab Malam & Diskotek. Colosseum Club 1001, Jakarta Barat menang untuk kategori ini.

    Saefullah memaparkan pemberian penghargaan kepada diskotek menandakan tak adanya peredaran narkoba di tempat hiburan malam itu. Dia memastikan Colosseum bebas dari pemakaian narkoba dan praktik terlarang lainnya. Ini sesuai dengan Peraturan Daerah DKI Nomor 6 Tahun 2015 tentang Kepariwisataan.

    Dinas Pariwisata dan Kebudayaan bersama Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) DKI, dia melanjutkan, setiap hari mengobservasi Colosseum untuk diuji kelayakannya menerima penghargaan Adikarya Wisata. Saefullah tak mengingat berapa lama observasi dilaksanakan.

    "Menurut observasi kami seperti itu (bebas peredaran narkoba), berizin, tidak ada larangan dan sebagainya," ucap Saefullah.

    Dikutip dari Antara, pemberian penghargaan berlangsung di JW Marriott Hotel, Kuningan, Jakarta Selatan pada 6 Desember 2019. Penghargaan Adikarya Wisata diselenggarakan pertama kali oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta pada 1991 dan berkala setiap dua tahun.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.