6 Fakta Kriminalitas Sepekan di Jakarta

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Aktor Krisdian Toppo Hatta alias Kriss Hatta memberi keterangan di hadapan majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, pada Selasa, 12 November 2019. Tempo/M Yusuf Manurung

    Aktor Krisdian Toppo Hatta alias Kriss Hatta memberi keterangan di hadapan majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, pada Selasa, 12 November 2019. Tempo/M Yusuf Manurung

    TEMPO.CO, Jakarta -Berbagai berita kriminal di Jakarta dalam sepekan. Setidaknya ada 6 fakta kriminalitas sepekan di Jakarta: vonis Kris Hatta hingga mantan suami Dina Lorenza yang menghilang saat hendak dijemput paksa oleh polisi.

    1. Sidang perdana 'bau ikan asin' digelar PN Jakarta Selatan

    Pengadilan Negeri Jakarta Selatan menggelar sidang perdana kasus pencemaran nama baik 'bau ikan asin', yang melibatkan tiga terdakwa, yakni Galih Ginanjar, Pablo Benua dan Rey Utami dengan agenda pembacaan dakwaan.

    Kasus pencemaran nama baik dengan vlog "ikan asin" ini telah bergulir sejak Juni 2019, bermula saat Fairuz A Rafiq melaporkan pasangan Rey Utami-Pablo Benua sekaligus mantan suaminya, Galih Ginanjar, ke polisi.

    2. Kris Hatta divonis

    Aktor peran Kris Hatta  pada Selasa menjalani sidang putusan atau vonis di Pengadilan Negeri Jakarta atas kasus penganiayaan yang dilakukan terhadap Antony Hillenaar.

    Menjelang sidang putusan, pengacara Kris Hatta berharap vonis yang diberikan majelis hakim terhadap kliennya adalah putusan yang seadil-adilnya.

    3. Gathan Saleh menghilang saat akan dijemput paksa polisi

    Gathan Saleh, mantan suami Dina Lorenza, yang ditetapkan sebagai tersangka kasus penganiayaan, menghilang saat penyidik Polda Metro Jaya mendatangi rumahnya untuk menjemput paksa pada Rabu, 11 Desember 2019.

    "Saat akan dijemput paksa, tidak ada di rumahnya," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Yusri Yunus di Polda Metro Jaya, Jumat.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.