Alasan DKI Segerakan Proyek LRT Rute Pulogadung-Kebayoran Lama

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Jembatan lengkung LRT Jakarta di Kuningan-Gatot Subroto. (twitter.com/@jokowi)

    Jembatan lengkung LRT Jakarta di Kuningan-Gatot Subroto. (twitter.com/@jokowi)

    TEMPO.CO, Jakarta -Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo menyebut pemerintah DKI perlu menyegerakan pembangunan moda transportasi light rail transit alias LRT rute Pulogadung-Kebayoran Lama alias koridor Timur-Barat Jakarta.

    Syafrin menyebut penyediaan infrastruktur jalan rel di Jakarta sudah tertinggal.

    "Kebutuhan Jakarta itu sudah sifatnya sangat mendesak untuk segera menyediakan jaringan jalan rel untuk koridor Timur-Barat pasca beroperasinya MRT koridor Selatan-Utara yang sekarang sampai Bundaran HI," kata Syafrin di pintu air Malaka Sari, Kanal Banjir Timur, Jakarta Timur, Minggu, 15 Desember 2019.

    Petugas melintasi gerbong kereta 'light rail train' atau lintas rel terpadu (LRT) di Stasiun Harjamukti, Cimanggis, Depok, Rabu, 4 Desember 2019. ANTARA/Aditya Pradana Putra

    Di tengah ketertinggalan ini, Syafrin mengutarakan, jumlah perjalanan di Jabodetabek meningkat cepat berdasarkan hasil studi terbaru.

    Sekarang ini terhitung sekitar 88 juta perjalanan per hari. Sementara di Jakarta, menurut dia, ada 37 juta perjalanan per hari.

    Pergerakan perjalanan yang menurut Syafrin masif ini harus segera direspons dengan menyediakan sistem angkutan umum massal terintegrasi di dalam kota.

    Syafrin mengharapkan pembangunan LRT Pulogadung-Kebayoran Lama dapat memperkuat infrastruktur rel di Ibu Kota.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.