Sudin SDA Sebut Kinerja 14 Kontraktor Saluran Air Mengecewakan

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah petugas Dinas Tata Air Provinsi DKI Jakarta membersihkan sampah dan lumpur di gorong-gorong Protokol MH Thamrin, Jakarta, Senin 28 Januari 2019. Pengerukan lumpur dan sampah tersebut untuk mencegah penyumbatan saluran air yang dapat mengakibatkan genangan dan banjir. ANTARA FOTO/Wahyu Putro A

    Sejumlah petugas Dinas Tata Air Provinsi DKI Jakarta membersihkan sampah dan lumpur di gorong-gorong Protokol MH Thamrin, Jakarta, Senin 28 Januari 2019. Pengerukan lumpur dan sampah tersebut untuk mencegah penyumbatan saluran air yang dapat mengakibatkan genangan dan banjir. ANTARA FOTO/Wahyu Putro A

    TEMPO.CO, Jakarta - Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA) Jakarta Timur kecewa dengan kinerja 14 kontraktor yang menggarap proyek saluran air di wilayahnya pada 2019.

    "Dalam katalog elektronik ada 35 kontraktor yang terdaftar, sekitar 14 di antaranya kinerjanya tidak maksimal," kata Kepala Sudin SDA Jakarta Timur, Santo di Jakarta, Senin 16 Desember 2019.
     
    Penilaian kinerja itu berdasarkan aduan warga yang ditampung pihaknya melalui sejumlah kanal laporan masyarakat maupun hasil inspeksi ke lapangan.
     
    Beberapa warga mengeluhkan mekanisme pengerjaan proyek saluran yang molor dari batas waktu penetapan. Proyek yang dimaksud di antaranya saluran air di Kelurahan Penggilingan, Kecamatan Cakung, dan di Jalan Balai Pustaka Kecamatan Pulo Gadung.
     
    Kontraktor di lokasi itu masih menyisakan urukan tanah yang dibiarkan menumpuk di depan rumah warga. Hal itu menyebabkan lingkungan warga terlihat kotor dan terbengkalai.
     
    Sudin SDA telah memberikan sejumlah surat peringatan, namun kerap kali tidak dijalankan dengan baik. Rata-rata persoalan kontraktor, kata Santo, karena pengawas lapangan proyek tidak bekerja secara profesional.
     
    "Yang sering jadi masalah itu pengawas lapangannya yang suka gonta-ganti orang saat proyek sudah berjalan, seperti di Pisangan Baru. Di sana mandornya ganti sampai tiga kali. Mungkin karena pembayarannya nggak pas," ujar Santo.
     
    Saat ini terdapat 45 proyek pengerjaan saluran air di wilayah Jakarta Timur. "Mayoritas pekerjaannya sudah selesai 85 persen dan semua proyek harus segera rampung pada akhir Desember 2019," katanya.
     
    Santo juga memperingatkan kontraktor saluran air yang bermasalah itu untuk bersiap menerima sanksi berupa pembayaran proyek yang tidak penuh. "Kalau tidak mencapai target penyelesaian sampai waktu yang disepakati, pemerintah hanya bayar sesuai pekerjaan yang mereka selesaikan saja," katanya.

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.