Disebut Tunggak Pajak, Pemilik Moge Triumph di Sency Protes

Reporter:
Editor:

Febriyan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas Unit Pelayanan PKB dan BNNKB dalam kegiatan razia kendaraan bermotor jenis motor gede yang menunggak pajak di area Mal Senayan City, Jakarta Pusat, pada Ahad, 15 Desember 2019. Dok: Unit Pelayanan PKB dan BNNKB.

    Petugas Unit Pelayanan PKB dan BNNKB dalam kegiatan razia kendaraan bermotor jenis motor gede yang menunggak pajak di area Mal Senayan City, Jakarta Pusat, pada Ahad, 15 Desember 2019. Dok: Unit Pelayanan PKB dan BNNKB.

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemilik motor gede alias moge jenis Triumph Rocket Roadster ABS berplat nomor B 3551 SYZ, Luqman, membantah kendaraannya menunggak pajak. Menurut dia, pajak motor miliknya itu masih aktif sampai bulan Juli 2020 mendatang.

    "Dari data Polda (Samsat Polda Metro Jaya) sudah jelas pajak habis Juli 2020," kata Luqman lewat pesan pendek kepada Tempo, Senin, 16 Desember 2019.

    Sebelumnya petugas Unit Pelayanan Pajak Kendaraan Bermotor atau PKB dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor atau BBNKB DKI Jakarta menggelar razia kendaraan menunggak pajak dengan sasaran motor gede. Razia tersebut digelar kemarin, Ahad, 16 Desember 2019 di area Mal Senayan City, Jakarta Selatan. Kepala Unit Pelayanan PKB dan BBNKB Jakarta Pusat Manarsar Simbolon mengatakan tiga moge terjaring razia, di antaranya adalah motor berjenis Triumph Rocket Roadster ABS berplat nomor B 3551 SYZ.

    Luqman menjelaskan, dirinya membeli motor tersebut dari kawannya pada Juli 2019. Saat itu, kata dia, pemilik sebelumnya telah membayarkan pajak kendaraan bermotornya. Luqman pun menunjukkan Surat Tanda Nomor Kendaraan motor Triumph miliknya. Dalam surat tersebut, tertera masa berlaku pajak sampai 31 Juli 2020. Temuan yang sama Tempo dapat saat mengecek plat nomor kendaraan Luqman di laman resmi http://samsat-pkb2.jakarta.go.id/.

    Menurut Luqman, pada Ahad kemarin dirinya memang berkunjung ke Senayan City. Ia menghabiskan waktu di gerai kopi hingga pukul 09.30 WIB. Saat keluar, Luqman tak bertemu dengan petugas dari instansi manapun. Ia hanya melihat ada selebaran berkaitan dengan pembayaran pajak kendaraan bermotor yang ditaruh di atas jok motornya.

    "Setelah itu saya keliling Jakarta dan mampir ke PT GAS Triumph (Motorcycle) Indonesia di Kemang Raya. Tidak ada tuh distop polisi," ucap dia.

    Saat dikonfirmasi soal keluhan Luqman, Kepala Unit Pelayanan PKB dan BBNKB Jakarta Pusat Manarsar Simbolon mengatakan akan mengecek terlebih dahulu.

    "Sebentar ya kami cek dulu," ucap Manarsar lewat sambungan telepon. Sampai berita ini dibuat, ia belum membalas pesan pendek yang Tempo kirimkan.

    Razia terhadap kendaraan bermotor memang sedang gencar dilakukan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Pasalnya, ribuan kendaraan bermotor mewah disebut menunggak pajak dan menyebabkan hilangnya potensi pendapatan daerah hingga ratusan miliar rupiah.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sebab dan Pencegahan Kasus Antraks Merebak Kembali di Gunungkidul

    Kasus antraks kembali terjadi di Kabupaten Gunungkidul, DI Yogyakarta. Mengapa antraks kembali menjangkiti sapi ternak di dataran tinggi tersebut?