Tunggu Sidang Perceraian, Ayah Bunuh Bayi di Tangerang

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi bayi. Pixabay.com

    Ilustrasi bayi. Pixabay.com

    TEMPO.CO, Tangerang - Pembunuhan sadis kembali terjadi di Tangerang, ayah bunuh bayi setelah hendak bercerai dengan istrinya. Kapolsek Neglasari Komisaris R Manurung mengatakan Ardiansyah atau Ardi membunuh Aca, 5 tahun, anak kandungnya sendiri.

    "Pelaku berusaha bunuh diri dengan cara menggorok lehernya dan menusuk perutnya sendiri dengan menggunakan sebilah pisau," ujarnya Senin 16 Desember 2019.

    Bayi 5 tahun itu ditemukan tewas berlumur darah dengan sejumlah luka tusukan di tubuhnya di sebuah kontrakan di Jalan AMD Manunggal Kelurahan Kedaung Wetan, Kecamatan Neglasari, kota Tangerang, Senin 16 Desember 2019.

    Pembunuhan sadis ini terungkap Senin pagi, sekitar pukul 6.30 ketika mertua Ardi menggedor gedor pintu kontrakan yang ditempati Ardi dan anaknya. Karena tidak ada sahutan, kontrakan pelaku dibuka paksa pintunya dengan cara didorong.

    Saat pintu terbuka, terlihat tubuh Aca dalam posisi telungkup di atas kasur dan telah meninggal. "Setelah dicek, ada luka tusuk di bagian leher sebanyak 3 tusukan dan luka tusuk di bagian perut sebanyak 1 tusukan," kata Manurung.

    Ayah korban, Ardi juga tergeletak dalam kondisi kritis dengan luka tusuk di perut dan luka robek di leher. "Saat dicek mertuanya pelaku masih bernapas kemudian dilarikan ke rumah sakit umum Tangerang," kata Manurung.

    Pelaku, kata Manurung sudah berpisah dengan istrinya Novianti. Keduanya sedang menunggu proses sidang perceraian. "Mereka sudah pisah tinggal menunggu sidang dan sudah tidak satu kontrakan."

    Sebelum pembunuhan terjadi korban tinggal di rumah kakeknya di Selapajang Jaya Neglasari. Minggu 15 Desember pukul 22.00 korban dijemput oleh pelaku untuk diajak ke kontrakan.

    Saat ini polisi masih melakukan penyelidikan mendalam kasus ayah bunuh bayi ini. Jenazah Aca juga dibawa ke rumah sakit umum Tangerang untuk dilakukan pemeriksaan luar dan dalam. Sementara pelaku pembunuhan sadis itu hingga kini masih dirawat intensif di RSUD Tangerang.

    JONIANSYAH HARDJONO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona Wuhan Menjangkiti Kapal Pesiar Diamond Princess

    Jumlah orang yang terinfeksi virus korona Wuhan sampai Minggu, 16 Februari 2020 mencapai 71.226 orang. Termasuk di kapal pesiar Diamond Princess.