Moge Harley Tabrak Nenek-Cucu di Bogor, Ini Kata HDCI

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Para rider dari komunitas Harley Davidson Club Indonesia (HDCI) Tangerang saat acara kopdar di Rukan Permata Senayan, Jakarta, 17 September 2017TEMPO/Ilham Fikri

    Para rider dari komunitas Harley Davidson Club Indonesia (HDCI) Tangerang saat acara kopdar di Rukan Permata Senayan, Jakarta, 17 September 2017TEMPO/Ilham Fikri

    TEMPO.CO, Bogor - Klub motor gede yang tergabung dalam Harley Davidson Club Indonesia angkat bicara terkait kasus kecelakaan moge versus dua pejalan kaki di Jalan Pajajaran, pada Minggu pagi 15 Desember 2019. Kecelakaan itu menewaskan Siti Aisyah (52) dan menyebabkan Anya (4) luka berat.

    Ketua HDCI Bogor, Brigjen Polisi Reza Celvian Gumay menegaskan bahwa pengendara moge yang terlibat kecelakaan itu bukan anggota HDCI. Dia mengaku terdorong memberi klarifikasi setelah menerima banyak pertanyaan dan mengamati pemberitaan yang ada. 

    “Saat kejadian, banyak informasi dan pemberitaan yang simpang siur dan mengaitkan pelaku pengendara moge dengan HDCI," kata dia sambil menambahkan, "Tidak semua pengendara Harley itu merupakan anggota HDCI."

    Moge Harley Davidson yang terlibat kecelakaan di Jalan Pajajaran Kota Bogor di Mapolresta Bogor Kota, Senin 16 Desember 2019. Kecelakaan itu menyebabkan seorang nenek tewas dan cucunya luka berat. TEMPO/M SIDIK PERMANA

    Menurut Gumay, berdasarkan informasi yang diterimanya dari lapangan, beberapa saat setelah kecelakaan, pelaku langsung dibawa oleh petugas kepolisian. Tujuannya, untuk menyelamatkannya dari amuk massa. Dia juga menambahkan kalau pengendara tersebut telah ditetapkan sebagai tersangka oleh kepolisian setempat.

    Informasi yang didapat Tempo, pemilik moge dengan nomor polisi B-4754-NFE itu berinisial HK, usia 47 tahun. Moge hitam yang dikendarainya kini berada di Markas Polres Kota Bogor Kota. Berdasarkan stiker yang ada pada moge itu, HK merupakan anggota klub motor ITORA. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Curah Hujan Ekstrem dan Sungai Meluap, Jakarta Banjir Lagi

    Menurut BPBD DKI Jakarta, curah hujan ekstrem kembali membuat Jakarta banjir pada 23 Februari 2020.