Batal Hadir di Ijtima Ulama, Ketua MUI Bogor: Ma'ruf Amin Berubah

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo alias Jokowi (kiri) didampingi oleh wakil presiden Ma'ruf Amin saat memimpin rapat terbatas di Kantor Presiden, Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin 16 Desember 2019. Rapat ini membahas persiapan pemindahan ibu kota. TEMPO/Subekti.

    Presiden Joko Widodo alias Jokowi (kiri) didampingi oleh wakil presiden Ma'ruf Amin saat memimpin rapat terbatas di Kantor Presiden, Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin 16 Desember 2019. Rapat ini membahas persiapan pemindahan ibu kota. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Bogor - Wakil Presiden RI Ma'ruf Amin tidak jadi hadir dalam agenda Ijtima ulama di Cibinong, Kabupaten Bogor, Selasa 17 Desember 2019. Sebelumnya mantan Ketua Majelis Ulama Indonesia atau MUI itu diagendakan memberi orasi ilmiah dalam acara yang digelar dua kali dalam setahun tersebut.

    Seorang penjaga buku tamu, Rara, mengatakan tidak tahu alasan ketidakhadiran Ma'ruf Amin. "Iya nggak jadi dateng," ucapnya di gedung Tegar Beriman, Komplek Pemerintahan Kabupaten Bogor, Cibinong, Selasa 17 Desember 2019.

    Ketua MUI Kabupaten Bogor Mukri Aji menyebut Ma'ruf Amin kini telah berubah. Dia mengatakan dulu sebelum jadi Wapres, Ma'ruf selalu menghadiri pembukaan atau penutupan wisuda Pendidikan Kader Ulama atau PKU. Namun kini karena kesibukan sebagai ulama yang juga pejabat negara, Mukri menyebut keterbatasan waktu Ma'ruf menjadi alasan ketidak hadirannya.

    "Dulu beliau sering hadir saya tahu betul beliau. Kini sedang ada rapat kabinet, jadi tugas negara itu," kata Mukri.

    Sekretaris bidang organisasi MUI Kabupaten Bogor Irfan Awaludin mengatakan acara kedua ijtima ulama ini memang mengundang Ma'ruf Amin. Setelah sebelumnya Ijtima Ulama pertama pada tahun 2018, Presiden RI Joko Widodo alias Jokowi hadir.

    Acara ini tersebut diselenggarakan untuk menguatkan peranan ulama, mendampingi pemerintah secara eksekutif dalam menjaga dan membentuk masa depan bangsa lewat PKU. "Iya kami gelar ijtima ini dua kali dalam setahun," ucap Irfan.

    Selain memberikan pemahaman dan penguatan peranan ulama, acara ijtima ulama yang sejatinya bakal dihadiri Wapres Ma'ruf Amin ini pun sekaligus mewisuda pendidikan kader ulama Kabupaten Bogor angkatan ke XIII. Juga pemberian bantuan biaya operasional untuk semua MUI dari tingkat Kecamatan dan juga Desa. "Pendidikan PKU ini untuk menguatkan dasar keagamaan, keindonesiaan, kejawabaratan dan tentunya kebogoran yang semua dibingkai dalam Bhineka Tunggal Ika," kata Irfan.

    M.A MURTADHO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.