Begini Penjelasan Soal Intelijen Ular Versi Damkar Depok

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas dinas pemadam kebakaran melakukan evakuasi seekor ular King Kobra (Ophiophagus Hannah) saat ditemukan di kawasan permukiman warga Jakasampurna, di Bekasi, Jawa Barat, Kamis 12 Desember 2019. ANTARA FOTO/Risky Andrianto

    Petugas dinas pemadam kebakaran melakukan evakuasi seekor ular King Kobra (Ophiophagus Hannah) saat ditemukan di kawasan permukiman warga Jakasampurna, di Bekasi, Jawa Barat, Kamis 12 Desember 2019. ANTARA FOTO/Risky Andrianto

    TEMPO.CO, Depok -Komandan Pleton Operasional Pemadaman dan Penyelamatan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Depok, Merdy Setiawan mengatakan, bahasa intelijen yang dilontarkan Wali Kota Depok terkait fenomena ular salah satunya bertujuan untuk menjaga warga agar tidak panik.

    “Bahasanya agak aneh ya, tapi intinya (Wali Kota) hanya ingin menjaga supaya warga nggak panik,” kata Merdy saat dikonfirmasi Tempo, Selasa 17 Desember 2019.

    Berdasar informasi yang dihimpun di lapangan, kata dia, kondisi masyarakat di Kota Depok mengalami ketakutan luar biasa atau paranoid dengan kehadiran ular. “Kayak ngeliat batang kayu dikira ular, jadi masyarakat kita tuh pada parno sekarang,” kata Merdy.

    Untuk itu, lanjut Merdy, Wali Kota Depok mengambil langkah untuk memberikan instruksi khusus terhadap penanganan fenomena ular yang terjadi di Kota Depok.“Tapi belum bisa diekspos soal instruksi itu, kami menunggu arahan pimpinan (Kepala Dinas),” kata Merdy.

    Sebelumnya, Wali Kota Depok, Mohammad Idris mengatakan akan mengkaji faktor penyebab merebaknya ular di lingkungan warga bersama Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Depok juga Komunitas Intelijen Daerah. “Kami sedang mengkaji faktornya itu apa,” kata Idris.

    Sementara berdasar data Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Depok, pihaknya telah mengamankan kurang lebih 60 ekor ular yang berkeliaran di pemukiman warga.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Curah Hujan Ekstrem dan Sungai Meluap, Jakarta Banjir Lagi

    Menurut BPBD DKI Jakarta, curah hujan ekstrem kembali membuat Jakarta banjir pada 23 Februari 2020.