Kasus Pimpinan Garuda Dituding Germo, Polisi Periksa 3 Saksi

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah moge BMW Motorrad dihadirkan pada acara peluncuran pesawat teranyar Garuda Indonesia, Airbus A330-900 Neo. Peluncuran ini digelar sepekan sebelum Menteri BUMN Erick Thohir memecat sejumlah direksi maskapai plat merah tersebut. Instagram/@Bmwmotorrad_id

    Sejumlah moge BMW Motorrad dihadirkan pada acara peluncuran pesawat teranyar Garuda Indonesia, Airbus A330-900 Neo. Peluncuran ini digelar sepekan sebelum Menteri BUMN Erick Thohir memecat sejumlah direksi maskapai plat merah tersebut. Instagram/@Bmwmotorrad_id

    TEMPO.CO, Jakarta - Polisi telah memeriksa tiga orang saksi dalam laporan Vice President Garuda Indonesia Roni Eka terhadap akun Twitter @digeeembok.

    Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Yusri Yunus mengatakan kasus tersebut kini telah diambil alih oleh Direktorat Kriminal Khusus PMJ dari Polres Bandara Soekarno-Hatta.

    “Nanti kita tunggu saja bagaimana hasilnya,” kata Yusri saat ditemui di kantornya, Selasa, 17 Desember 2019.

    Penyidik, kata Yusri, masih berusaha mengungkap identitas pemilik akun Twitter @digeeembok lantaran perkara ini termasuk dalam dugaan tindak pidana yang diatur dalam Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik.

    Ia mengatakan secepatnya identitas tersebut akan didapat. “Mudah-mudahan hari ini atau besok ada hasilnya,” ujarnya.

    Kasus dugaan pencemaran nama baik Roni Eka yang disebut sebagai germo itu berawal dari pemecatan Direktur Utama Garuda Indonesia Ari Askhara karena tersangkut penyelundupan Harley Davidson dan dua sepeda Brompton. 

    Akun Twitter @digeeembok membeberkan seluruh perilaku buruk Ari Askhara kepada publik, termasuk soal dugaan pelecehan terhadap para pramugari Garuda. Nama Roni ikut terseret dan disebut sebagai germo pramugari Garuda Indonesia. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Curah Hujan Ekstrem dan Sungai Meluap, Jakarta Banjir Lagi

    Menurut BPBD DKI Jakarta, curah hujan ekstrem kembali membuat Jakarta banjir pada 23 Februari 2020.