Kivlan Zen Mengaku Sakit, Hakim Tunda Sidang Eksepsi

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Purnawirawan TNI Kivlan Zen bersiap meninggakan kediamannya Gading Griya Lestari, Jakarta, Rabu 18 Desember 2019. Kivlan Zein akan menjalani sidang pembacaan eksepsi di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Purnawirawan TNI Kivlan Zen didakwa kasus kepemilikan 4 senjata api (senpi) ilegal dan peluru tajam. Pembelian senpi dan peluru tajam tersebut dilakukan dengan bantuan sejumlah orang tanpa dilengkapi surat. Kivlan Zen pun didakwa dengan pasal 1 ayat (1) UU Nomor 12/drt/1951 jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP atau pasal 1 ayat (1) UU Nomor 12/drt/1951 jo pasal 56 ayat (1) KUHP. TEMPO/Subekti.

    Purnawirawan TNI Kivlan Zen bersiap meninggakan kediamannya Gading Griya Lestari, Jakarta, Rabu 18 Desember 2019. Kivlan Zein akan menjalani sidang pembacaan eksepsi di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Purnawirawan TNI Kivlan Zen didakwa kasus kepemilikan 4 senjata api (senpi) ilegal dan peluru tajam. Pembelian senpi dan peluru tajam tersebut dilakukan dengan bantuan sejumlah orang tanpa dilengkapi surat. Kivlan Zen pun didakwa dengan pasal 1 ayat (1) UU Nomor 12/drt/1951 jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP atau pasal 1 ayat (1) UU Nomor 12/drt/1951 jo pasal 56 ayat (1) KUHP. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Terdakwa kepemilikan senjata api ilegal, Kivlan Zen, mengaku belum sehat. Ia mengatakan masih memerlukan terapi dua kali dalam satu minggu.

    "Saya belum sehat. Saya kira tim bisa melihat kondisi saya," kata Kivlan di hadapan majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Rabu, 18 Desember 2019.

    Hari ini, Kivlan dijadwalkan menjalani sidang pembacaan keberatan alias eksepsi. Hakim ketua, Saifudin Zuhri, menanyakan apakah Kivlan bisa mengikuti sidang apabila kuasa hukum yang menyampaikan eksepsi.

    Mantan Kepala Staf Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat itu menjawab bahwa dirinya ingin membacakan sendiri eksepsi. Sebab, dia yang mengalami apa yang terjadi sehubungan dengan perkaranya.

    Majelis hakim memutuskan menunda sidang dengan pertimbangan Kivlan sakit. Saifudin mengatakan sidang ditunda hingga Kamis, 2 Januari 2020.

    "Jadi mohon pengertiannya hari ini eksepsi belum bisa dibacakan. Kami berharap mudah-mudahan cepat sembuh," kata Saifudin.

    Sebelum sidang dimulai, Kivlan mengaku masih perlu menjalani terapi sehubungan dengan sakit saraf kejepit. Nafas dia pun tersengal-sengal ketika menjawab pertanyaan wartawan. Dia kerap batuk dan mengeluarkan dahak saat wawancara ataupun berbicara di hadapan majelis hakim.

    Penasihat hukum Kivlan, Tonin Tachta menyebut kliennya menderita sejumlah penyakit alias komplikasi. Sakit yang diderita Kivlan antara lain sinusitis, denyutan di kepala dan bekas granat nanas di kaki.

    Karena itu, hakim memutuskan agar Kivlan dibantarkan untuk menjalani pengobatan di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta Pusat. Hakim telah mencabut status pembantaran itu dan menetapkan Kivlan sebagai tahanan rumah sejak 12 Desember 2019.

    Jaksa Penuntut Umum mendakwa Kivlan Zen atas kepemilikan senjata api ilegal. Dia didakwa melanggar Pasal 1 ayat 1 Undang-Undang Darurat Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 1951 juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 atau juncto 56 ayat 1 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Peta Bencana Sejumlah Sudut Banjir Jakarta di Akhir Februari 2020

    Jakarta dilanda hujan sejak dini hari Rabu, 25 Februari 2020. PetaBencana.id melansir sejumlah sudut yang digenangi banjir Jakarta hingga pukul 15.00.