Banjir di Jakarta, BMKG: Hujan Belum Masuk Kategori Ekstrem

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi hujan. REUTERS/Zoran Milich

    Ilustrasi hujan. REUTERS/Zoran Milich

    TEMPO.CO, Jakarta - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika mengatakan hujan yang menyebabkan banyak genangan ibu kota pada Selasa, 17 Desember lalu, belum masuk kategori ekstrem. Kepala Bidang Diseminasi Informasi Iklim dan Kualitas Udara BMKG Hary Djatmiko mengatakan intensitas hujan kemarin sudah masuk lebat dan sangat lebat.

    "Hujan merata kemarin di Jakarta. Kawasan yang banjir itu sudah masuk kategori lebat," kata Hary saat dihubungi Tempo, Rabu, 18 Desember 2019.

    Hary mengatakan hujan dengan intensitas sangat lebat dengan volume 100-150 milimeter per hari terjadi di kawasan Pakubuono, Jakarta Selatan pada Selasa, kemarin. Hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat ini memang berpotensi terjadi di ibu kota sebagai awal masuk musim hujan.

    Saat masa transisi atau pancaroba frekuensi hujan lebat hingga sangat lebat disertai kilat dan angin kencang berdurasi singkat memang sangat berpotensi terjadi. Bahkan, kondisi ini bisa dimungkinkan angin kencang tersebut berupa puting beliung. "Kondisi seperti ini memang berpotensi terjadi pada awal hingga pertengahan Desember," kata Hary.

    Adapun puncak musim hujan diperkirakan bakal jatuh pada Februari sampai Maret 2020. BMKG mengimbau warga mewaspadai potensi banjir selama musim hujan tahun ini.

    BMKG memprediksi puncak musim hujan tahun ini untuk wilayah DKI Jakarta, Banten, Jawa Tengah, Bali, Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur terjadi pada Februari 2020, Sedangkan untuk wilayah Jawa Barat, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Sulawesi, Papua dan Kalimantan pada Maret 2020. "Warga diimbau tingkatkan kewaspadaan untuk menghadapi puncak musim hujan mulai Januari tahun depan" kata Hary.

    Badan Penanggulangan Bencana Daerah DKI Jakarta mencatat 27 lokasi genangan imbas hujan selama dua jam pada Selasa, 17 Desember 2019. Kepala BPBD DKI Subejo mengatakan hingga pukul 17.00, terpantau titik genangan mulai berangsur surut

    Subejo merinci genangan air di jalan di wilayah Jakarta Pusat sebanyak empat titik, Jakarta Barat tiga titik, Jakarta Selatan tujuh titik dan Jakarta Timur lima titik. Sedangkan, genangan di kawasan permukiman di Jakarta Barat terpantau satu titik di Kelurahan Rawa Buaya, enam titik di Kelurahan Sukabumi Selatan dan satu titik di Kelurahan Kota Bambu Utara.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Untung Buntung Status Lockdown akibat Wabah Virus Corona

    Presiden Joko Widodo berharap pemerintahannya memiliki visi dan kebijakan yang sama terkait Covid-19. Termasuk dampak lockdown pada sosial ekonomi.