Anies Cabut Penghargaan Pasca Pengaduan FPI, Ini Kata Pengusaha

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi diskotek. Shutterstock

    Ilustrasi diskotek. Shutterstock

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Asosiasi Pengusaha Hiburan Jakarta Hana Suryani mengeluhkan sikap Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang dinilai tidak bijaksana. Hana menanggapi penghargaan Adikarya Wisata 2019 untuk untuk Nominasi Hiburan & Rekreasi - Klab Malam & Diskotek kepada Colosseum Club 001 namun kemudian dicabut kembali.

    Hana menuturkan, pemberian penghargaan kepada Colosseum semestinya menjadi langkah nyata pemerintah melihat perkembangan industri hiburan. Menurutnya, justru dengan penghargaan itu tempat hiburan bakal menjaga kredibilitasnya.

    "Cuma kan baru saja ada aduan masyarakat dari FPI. Walau memang Oktober kemarin ada temuan (penyalahgunaan narkoba), tapi kok pemerintah langsung mencabut penghargaan," ujarnya saat dihubungi Selasa 17 Desember 2019.

    Hana berharap pemerintahan Gubernur Anies bijaksana dalam melihat permasalahan. Alasan dia, penyalahgunaan narkoba bisa dilakukan di mana saja. "Bahkan, penyalahgunaan narkoba bisa terjadi di hotel, pusat perbelanjaan hingga restoran."

    Dia menambahkan, dalam kasus temuan di Colosseum, BNN DKI disebutnya tidak bisa membuktikan manajemen terlibat dan memfasilitasi penyalahgunaan narkoba. "Kalau dari hasil temuan itu ada keterlibatan manajemen, baru seperti yang lain ditutup," ujarnya. "Itu kan tidak ada. Sudah jelas tidak ada keterlibatan manajemen."

    Asosiasi, kata Hana, tidak akan terima jika Anies nantinya menutup Colosseum. Ia berharap gubernur tidak membela sebagian orang yang menolak tempat hiburan malam. Sebaliknya, "Gubernur seharusnya bisa menengahi jika ada permasalahan. Sebab, tugas pemerintah adalah mengayomi semua masyarakat termasuk para pengusaha hiburan malam."

    Terpisah, Anies Baswedan menilai telah terjadi kesalahan fatal dalam pemberian penghargaan kepada diskotek Colosseum. Dia sama sekali tidak menyebut adanya pengaduan dari FPI pada Minggu 15 Desember 2019, atau sehari sebelum dia menginstruksikan penghargaan dicabut. 

    "Bagaimana ada tempat ada laporan (narkoba) setelah itu dapat penghargaan. Itu fatal," ujar Anies. Dia menyatakan telah memerintahkan Inspektorat DKI untuk memeriksa kesalahan atas penghargaan tersebut. "Sekarang lagi diperiksa. Nanti kita lihat di mana letak persoalannya," ujarnya.

     

    Adapun Front Pembela Islam lewat juru bicaranya, Munarman, memberi penghargaan kepada Anies atas pencabutan tersebut. Menurutnya, gubernur telah mengakomodasi aspirasi umat beragama. Dia juga menyampaikan harapannya Anies terus membangun komunikasi dan berkonsultasi kepada pra ulama di ibu kota dalam mengembangkan kebijakan di DKI.

    "Semoga pak Anies tetap Istiqomah berada di jalan yang di ridhoi Allah. Agar keberkahan turun dari Allah," kata dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona COVID-19 Hantam Ekonomi Indonesia pada Maret 2020

    Dampak Virus Korona terhadap perekonomian Indonesia dipengaruhi kondisi global yang makin lesu. Dunia dihantam coronavirus sejak Desember 2019.