Jakarta Barat Keruk 65,66 Ton Sampah di Kali Setelah Hujan Lebat

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas kebersihan mengambil sampah di aliran sungai Kanal Bajir Barat, Tanah Abang, Jakarta, Kamis 5 September 2019. Perilaku warga yang membuang sampah di sungai menyebabkan sejumlah aliran sungai di Jakarta tercemar limbah rumah tangga. ANTARA FOTO/Wahyu Putro A

    Petugas kebersihan mengambil sampah di aliran sungai Kanal Bajir Barat, Tanah Abang, Jakarta, Kamis 5 September 2019. Perilaku warga yang membuang sampah di sungai menyebabkan sejumlah aliran sungai di Jakarta tercemar limbah rumah tangga. ANTARA FOTO/Wahyu Putro A

    TEMPO.CO, Jakarta -Setelah hujan lebat mengguyur Jakarta, sebanyak 65,66 ton sampah dikeruk dari sejumlah aliran kali di Jakarta Barat.

    Kepala Satuan Pelaksana Unit Pelaksana Kebersihan (UPK) Badan Air Jakarta Barat Haryanto Silalahi menyebut sampah terbanyak dikumpulkan dari Kali Banjir Kanal Barat sebanyak 26 ton. "Semua tumpukan ini sudah selesai ditangani dari mulai usai hujan kemarin sore, malam sampai dengan pagi ini jam 09.00 WIB," ujar Heryanto di Jakarta, Rabu, 18 Desember 2019.

    Haryanto mengatakan di Kali Mookevart, Cengkareng, mereka mengeruk sebanyak 3 ton sampah.

    Di Cengkareng Drain, UPK Badan Air Jakarta Barat mengeruk 3,44 ton sampah. Kemudian di Kecamatan Kembangan, dikeruk 6,13 ton sampah di Kali Cantiga dan 8,4 ton sampah dari Kali Cengkareng Drain, Saringan Kembangan Baru.

    "Di Kecamatan Palmerah tepatnya di Saringan Golkar kami keruk 7,66 ton sampah," kata Haryanto.

    Sedangkan di Kali Semanan terdapat 4,59 ton sampah yang dikeruk dan 3,44 ton sampah dari Kali Mookevart, Saringan Warung Pojok.

    Terakhir, di Kali Anak Ciliwung di Taman Sari petugas berhasil mengumpulkan 3,06 ton sampah.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona Wuhan Menjangkiti Kapal Pesiar Diamond Princess

    Jumlah orang yang terinfeksi virus korona Wuhan sampai Minggu, 16 Februari 2020 mencapai 71.226 orang. Termasuk di kapal pesiar Diamond Princess.