Daratan Sampah di Bantaran Sungai Cisadane Dikeruk

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gunungan sampah TPA Cipeucang terlihat berbatasan langsung dengan bibir sungai Cisadane, Rabu 20 Februari 2019. DOK Yayasan Peduli Lingkungan Hidup (Yapelh) Indonesia.

    Gunungan sampah TPA Cipeucang terlihat berbatasan langsung dengan bibir sungai Cisadane, Rabu 20 Februari 2019. DOK Yayasan Peduli Lingkungan Hidup (Yapelh) Indonesia.

    TEMPO.CO, Tangerang - Pemerintah Kabupaten Tangerang melakukan pengerukan timbunan sampah di bantaran Sungai Cisadane di Kecamatan Teluknaga, berbatasan langsung dengan DKI Jakarta. Timbunan sampah tersebut sudah tampak seperti daratan atau pulau.

    "Kami segera antisipasi karena sudah musim hujan, khawatir banjir menerjang permukiman maka perlu dibuang," kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kabupaten Tangerang, Ahmad Taufik di Tangerang, Rabu, 18 Desember 2019.

    Tumpukan sampah itu berada di bantaran Sungai Cisadane di Kampung Kebon Miring Desa Pangkalan, Kecamatan Teluk Naga.

    Taufik mengatakan timbunan sampah itu diduga berasal dari sampah yang dibuang oleh petugas pengelola bandara, pusat perbelanjaan dan kawasan perumahan mewah di Jakarta.

    Bila tidak dikeruk, kata Taufik, timbunan sampah itu dapat menyebabkan alur air sungai menjadi tersendat dan meluber ke perkampungan penduduk sekitarnya. Upaya pembersihan bantaran kali juga melibatkan warga setempat, anggota TNI, organisasi kepemudaan, pihak kecamatan dan desa.

    Menurut Taufik, pengerukan sampah itu diperkirakan lebih dari satu pekan karena terdapat hamparan sampah di sungai. Bahkan sampah berupa plastik dan bahan material tidak terpakai itu hanyut dari hulu sungai di Kabupaten Bogor lalu mengalir ke Kota Tangerang Selatan dan tertahan di muara di Teluknaga.

    Dalam pengerukan sampah itu, Dinas Lingkungan Hidup mengerahkan alat berat dan sejumlah truk untuk mengangkut sampah sampai bisa dibuang ke tempat pembuangan akhir (TPA) di Desa Jatiwaringin, Kecamatan Mauk.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Curah Hujan Ekstrem dan Sungai Meluap, Jakarta Banjir Lagi

    Menurut BPBD DKI Jakarta, curah hujan ekstrem kembali membuat Jakarta banjir pada 23 Februari 2020.