Banjir Jakarta, 1.035 Petugas Dikerahkan Angkut Sampah Aliran Air

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas Dinas Kebersihan DKI Jakarta membersihkan sampah yang menumpuk di Pintu Air Manggarai, Jakarta, Senin, 12 November 2018. Menurut petugas Pintu Air Manggarai, sampah-sampah ini dibawa arus Kali Ciliwung setelah hujan deras mengguyur wilayah Jabodetabek sepanjang Minggu (11/11) malam. ANTARA

    Petugas Dinas Kebersihan DKI Jakarta membersihkan sampah yang menumpuk di Pintu Air Manggarai, Jakarta, Senin, 12 November 2018. Menurut petugas Pintu Air Manggarai, sampah-sampah ini dibawa arus Kali Ciliwung setelah hujan deras mengguyur wilayah Jabodetabek sepanjang Minggu (11/11) malam. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Antisipasi banjir Jakarta pada musim hujan ini, Unit Pelaksana Kebersihan Badan Air Jakarta Timur menyiagakan 1.035 personelnya. Mereka dikerahkan untuk membersihkan dan mengangkut sampah di seluruh titik aliran air di wilayah setempat.

    "Setiap titik saluran air kita tempatkan delapan sampai 14 orang yang bersiaga mengantisipasi munculnya sampah," kata Kepala UPK Badan Air Jaktim, Leo Tantino, di Jakarta, Kamis pagi 19 Desember 2019.
     
    Wilayah Kota Jakarta Timur saat ini memiliki total 361 titik aliran air yang membentang di seluruh wilayah kecamatan.
     
    Sebanyak delapan titik di antaranya berbentuk waduk, tidak kurang dari 100 titik berupa saluran penghubung permukiman penduduk menuju sungai dan sisanya merupakan kali yang memiliki lebar berkisar tiga hingga empat meter.
     
    "Petugas yang kita siagakan seluruhnya adalah Petugas Penyedia Jasa Lainnya Orang Perorangan (PJLP)," katanya.
     
    Mereka bertugas mulai dari agenda apel setiap pukul 08.00 dan bergerak ke masing-masing posko untuk melakukan pemantauan hingga evakuasi sampah yang hanyut di saluran air. "Jam 15.00 WIB tugas mereka selesai. Begitu terus setiap hari," katanya.
     
    Leo menambahkan titik rawan lonjakan sampah aliran air berada di Kali Ciliwung yang melintas di Kampung Melayu hingga Jatinegara. Titik itu merupakan daerah rawan banjir Jakarta Timur. "Sebab salurannya berhubungan langsung dengan Bendung Katulampa. Kalau ada air kiriman, sudah pasti volume sampah yang terbawa banyak jumlahnya dan rawan limpas," katanya.

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.