Laporkan Dewi Tanjung, Penyidik Periksa Tetangga Novel Baswedan

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Yasri Yudha, tetangga Novel Baswedan, saat melaporkan politikus PDIP Dewi Tanjung atas tuduhan penyebaran berita bohong di Ditkrimum Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Kamis, 19 Desember 2019. TEMPO/M Julnis Firmansyah

    Yasri Yudha, tetangga Novel Baswedan, saat melaporkan politikus PDIP Dewi Tanjung atas tuduhan penyebaran berita bohong di Ditkrimum Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Kamis, 19 Desember 2019. TEMPO/M Julnis Firmansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Yasir Yudha, tetangga penyidik senior KPK Novel Baswedan, melaporkan politikus PDIP Dewi Tanjung ke Polda Metro Jaya. Yasir melaporkan Dewi atas tuduhan membuat laporan palsu. 

    "Ini sifatnya masih klarifikasi. Tadi ada sekitar 12 pertanyaan dari penyidik," ujar Yasir di Dirkrimum, Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, 19 Desember 2019. 

    Yasir datang dengan ditemani kuasa hukumnya dari LBH Jakarta. Ia juga membawa beberapa alat bukit berupa percakapan Dewi di media, video, dan tanggapan layar dari media. "Kami juga menunjukkan surat kuasa dari Pak Novel. Kami selalu berkoordinasi," kata Yasir. 

    Pelaporan Dewi Tanjung ini merupakan balasan atas laporan politikus itu pada Rabu, 6 November 2019. Dewi menuding penyiraman air keras Novel adalah rekayasa dan melaporkan Novel dengan pasal penyebaran berita bohong melalui media elektronik. 

    Kader PDI P Dewi Tanjung (kerudung merah) saat melaporkan penyidik KPK Novel Baswedan atas tuduhan rekayasa penyiraman air keras ke Polda Metro Jaya, Rabu 6 November 2019. TEMPO/TAUFIQ SIDDIQ

    Beberapa hari sebelum laporan ke polisi, Dewi telah terlebih dahulu menantang Novel Baswedan untuk membantah tudingannya soal rekayasa penyiraman air keras. Tantangan itu Dewi sampaikan melalui sebuah video yang ia unggah ke akun YouTube-nya Dewi Tanjung pada 28 Oktober 2019. 

    Dalam video itu, Dewi menjelaskan tak akan percaya dengan kebutaan Novel sampai melihatnya secara langsung. Ia bahkan menuding mata Novel yang terlihat aneh usai tersiram air keras itu adalah efek soft lens. Ia juga mengatakan luka-luka di wajah Novel adalah hasil make up

    "Sebelum aku melihat matanya secara langsung, aku ga akan percaya. Aku akan menantang terus (Novel Baswedan). Aku atau kamu yang melaporkan ke polisi. Kalau kamu tidak berani, berarti apa yang selama ini diduga oleh masyarakat dan aku, itu benar," kata Dewi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Curah Hujan Ekstrem dan Sungai Meluap, Jakarta Banjir Lagi

    Menurut BPBD DKI Jakarta, curah hujan ekstrem kembali membuat Jakarta banjir pada 23 Februari 2020.