Kamera Ponsel Ditutup Stiker di Diskotek Colosseum

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Colosseum. Instagram/@Colosseumjkt

    Ilustrasi Colosseum. Instagram/@Colosseumjkt

    TEMPO.CO, Jakarta - Dua pria berbadan tegap dengan tinggi sekitar 180 sentimeter berjaga di pintu masuk Diskotek Colosseum Club 1001 pada Rabu malam, 18 Desember 2019. Tapi mereka hanya menyapa setiap tamu yang datang. Pemeriksaan baru dilakukan setelah melewati keduanya dan pengawasan bisa dirasakan hingga di dalam diskotek.

    Colosseum Club 1001, ini tempat hiburan malam yang sempat menerima Adikarya Wisata dari Pemprov DKI pada 6 Desember 2019 lalu. Penghargaan digenggam hanya sepuluh hari sebelum Gubernur Anies Baswedan mencabutnya kembali dengan dalih: terjadi kesalahan fatal. 

    "Bawa apa saja mas?" kata satu petugas di lapis kedua penjagaan seperti yang ditujukannya kepada Tempo. Dia menggenggam alat detektor metal seperti laiknya petugas pengamanan di lokasi lain. Seperti kebanyakan tamu yang lain, Tempo menjawab, "Hanya handphone dan kunci."

    Ilustrasi pengunjung klub malam atau diskotek. Shutterstock

    Usai diperiksa petugas, tamu atau pengunjung diarahkan menaiki beberapa anak tangga menuju pintu masuk Colosseum. Di pintu ini, barulah dua pegawai perempuan menyapa. Keduanya membantu mengarahkan tamu untuk langsung membayar tiket masuk. "Mau bayar tunai atau debit? Keduanya bisa," kata mereka dengan senyumnya.

    Tiket masuk Colosseum pada hari kerja lebih murah dari akhir pekan yang mencapai Rp 250 ribu. Pada Rabu malam itu, tiket masuk Colosseum seharga Rp 100 ribu per orang sudah termasuk minuman berkadar alkohol 5 persen dengan isi 330 mililiter.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.